Tampilkan postingan dengan label KEMULIAAN ALHABIB UMAR BIN HAFIDZ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEMULIAAN ALHABIB UMAR BIN HAFIDZ. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Mei 2016

100 AKHLAK PRILAKU RASULULLAH

100 AKHLAK PRILAKU RASULULLAH SEMOGA KITA BISA MENCONTOH
Al-Imam Jakfar Shadiq RA berkata "Saya tidak ingin seseorang meninggal dunia sementara ia belum mengetahui sebagian perilaku Rasulullah Saw."
1. Ketika berjalan, beliau berjalan secara pelan-pelan dan wibawa.
2. Ketika berjalan, beliau tidak menyeret langkah kakinya.
3. Pandangan beliau selalu mengarah ke bawah.
4. Beliau senantiasa mengawali salam kepada siapa saja yang dilihatnya... tidak ada seorangpun yang mendahuluinya dalam mengucapkan salam.
5. Ketika menjabat tangan seseorang, beliau tidak pernah melepaskannya terlebih dahulu.
6. Beliau bergaul dengan masyarakat sedemikian rupa sehingga setiap orang berpikir bahwa dirinya adalah satu-satunya orang yang paling mulia di mata Rasulullah.
7. Bila memandang seseorang, beliau tidak memandang sinis bak pejabat pemerintah.
8. Beliau tidak pernah memelototi wajah seseorang.
9. Beliau senantiasa menggunakan tangan saat mengiyaratkan sesuatu dan tidak pernah mengisyaratkan dengan mata atau alis.
10. Beliau lebih banyak diam dan baru akan berbicara bila perlu.
11. Saat bercakap-cakap dengan seseorang, beliau mendengarkan dengan baik.
12. Senantiasa menghadap kepada orang yang berbicara dengannya.
13. Tidak pernah berdiri terlebih dahulu selama orang yang duduk bersamanya tidak ingin berdiri.
14. Tidak akan duduk dan berdiri dalam sebuah pertemuan melainkan denganu mengingat Allah.
15. Ketika masuk ke dalam sebuah pertemuan, beliau senantiasa duduk di tempat yang akhir dan dekat pintu, bukan di bagian depan.
16. Tidak menentukan satu tempat khusus untuk dirinya dan bahkan melarangnya.
17. Tidak pernah bersandar saat di hadapan masyarakat.
18. Kebanyakan duduknya menghadap kiblat.
19. Bila di hadapannya terjadi sesuatu yang tidak disukainya, beliauu senantiasa mengabaikannya.
20. Bila seseorang melakukan kesalahan, beliau tidak pernah menyampaikannya kepada orang lain.
21. Tidak pernah mencela seseorang yang mengalami kesalahan bicara.
22. Tidak pernah berdebat dan berselisih dengan siapapun.
23. Tidak pernah memotong pembicaraan orang lain kecuali bila orang tersebut bicara sia-sia dan batil.
24. Senantiasa mengulang-ulangan jawabanya atas sebuah pertanyaan agar jawabannya tidak membingungkan pendengarnya.
25. Bila mendengar ucapan yang tidak baik dari sesebbvjorang, beliau tidak mengatakan mengapa si fulan berkata demikian, tapi beliau mengatakan, bagaimana mungkin sebagian orang mengatakan demikian?"
26. Banyak bergaul dengan fakir miskin dan makan bersama mereka.
27. Menerima undangan para abdi dan budak.
28. Senantiasa menerima hadiah, meski hanya seteguk susu.
29. Melakukan silaturahmi lebih dari yang lain.
30. Senantiasa berbuat baik kepada keluarganya tapi tidak melebihkan mereka dari yang lain.
31. Senantiasa memuji dan mendukung pekerjaan yang baik dan menilai buruk dan melarang perbuatan yang jelek.
32. Senantiasa menyampaikan hal-hal yangu menyebabkan kebaikan agamau dan dunia masyarakat kepada mereka dan berkaliu-kali mengatakan, "Orang-orang yang hadir hendaknya menyampaikan segala yang didengarnya kepada orang-orang yang tidak hadir."
33. Senantiasau menerima uzur orang-orang yang punya uzur.
34. Tidak pernah merendahkan seseorang.
35. Tidak pernah memaki atau memanggil seseorang dengan gelar yang jelek.u
36. Tidak pernah mengutuk orang-orang sekitar dan familinya.u
37. Tidak pernah mencari-cari aibj orang lain.
38. Senantiasa menghindari kejahatan masyarakat, namun tidak pernah menghidar dari mereka dan beliau selalu bersikap baik kepada semua orang.
39. Tidak pernah mencaci masyarakat dan tidak banyak memuji mereka.
40. Senantiasa bersabar menghadapi kekurangajaran orang lain dan membalas kejelekan mereka dengan kebaikan.
41. Selalu menjenguk orang yang sakit, meski tempat tinggalnya dipinggiran Madinah yang sangat jauh.
42. Senantiasa menanyakan kabar dan keadaan para sahabatnya.
43. Senantiasa memanggil nama sahabat-sahabatnya dengan panggilan yang terbaik.
44. Sering bermusyawarah dengan para sahabatnya dan menekankan untuk melakukannya.
45. Senantiasa duduk melingkar bersama para sahabatnya, sehingga bila ada orang yang baru datang, ia tidak bisa membedakan di antara mereka yang manakah Rasulullah.
46. Akrab dan dekat dengan para sahabatnya.
47. Beliau adalah orang yang paling setia dalam menepati janji.
48. Senantiasa memberikan sesuatu kepada fakir miskin dengan tangannya sendiri dan tidak pernah mewakilkannya kepada orang lain.
49. Bila sedang dalam shalat ada orang datang, beliau memendekkan shalatnya.
50. Bila sedang shalat ada anak kecil menangis, beliau memendekkan shalatnya.
51. Orang yang paling mulia di sisi beliau adalah orang yang paling banyak berbuat baik kepada orang lain.
52. Tidak ada seorangpun yang putus asa dari Rasulullah Saw. Beliau selalu mengatakan, "Sampaikan kebutuhan orang yang tidak bisa menyampaikan kebutuhannya kepada saya!"
53. Bila ada seseorang membutuhkan sesuatu kepada beliau, Rasulullah Saw pasti memenuhinya bila mampu, namun bila tidak mampu beliau menjawabnya dengan ucapan atauh janji yang baik.
54. Tidak pernah menolak permintaan seseorang, kecuali permintaan untuk maksiat.
55. Beliau sangat menghormati orang tua dan menyayangi anak-anak.
56. Rasulullah Saw sangat menjaga perasaan orang-orang asing.
57. Beliau selalu menarik perhatian orang-orang jahat dan membuat mereka cenderung kepadanya dengan cara berbuat baik kepada mereka.
58. Beliau senantiasa tersenyum sementara pada saat yang sama beliau sangat takut kepada Allah.
59. Saat gembira, Rasulullah Saw memejamkan kedua matanya dan tidak banyak menunjukkan kegembiraannya.
60. Tertawanya kebanyakan berupa senyuman dan tidak pernah tertawa terbahak-bahak.
61. Beliau banyak bercanda namun tidak pernah mengeluarkan ucapan sia-sia atau batil karena bercanda.
62. Rasulullah Saw mengubah nama yang jelek dengan nama yang baik.
63. Kesabarannya mendahului kemarahannya.
64. Tidak sedih dan marah karena kehilangan dunia.
65. Saat marah karena Allah, tidak seoranpun yang akan mengenalnya.
66. Rasulullah Saw tidak pernah membalas dendam karena dirinya sendiri melainkan bila kebenaran terinjak-injak.
67. Tidak ada sifat yang paling dibenci oleh Rasulullah selain bohong.
68. Dalam kondisi senang atau susah tidak lain hanya menyebut nama Allah.
69. Beliau tidak pernah menyimpan Dirham maupun Dinar.
70. Dalam hal makanan dan pakaian tidak melebihi yang dimiliki oleh para pembantunya.
71. Duduk dan makan di atas tanah.
72. Tidur di atas tanah.
73. Menjahit sendiri pakaian dan sandalnya.
74. Memerah susu dan mengikat sendiri kaki ontanya.
75. Kendaraan apa saja yang siap untuknya, Rasulullah pasti mengendarainya dan tidak ada beda baginya.
76. Kemana saja pergi, beliau selalu beralaskan abanya sendiri.
77. Baju beliau lebih banyak berwarna putih.
78. Bila memakai baju baru, maka baju sebelumny pasti diberikan kepada fakir miskin.
79. Baju kebesarannya khusus dipakai untuk hari Jumat.
80. Ketika memakai baju dan sandal, beliau memulainya dari sebelah kanan.
81. Beliau menilai makruh rambut yang awut-awutan.
82. Senantiasa berbau harum dan kebanyakan pengeluarannya untuk minyak wangi.
83. Senantiasa dalam kondisi memiliki wudu dan setiap mengambil wudu pasti menyikat giginya.
84. Cahaya mata beliau adalah shalat. Beliau merasa menemukan ketenangan dan ketentraman saat shalat.
85. Beliau senantiasa berpuasa pada tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan.
86. Tidak pernah mencaci nikmat sama sekali.
87. Menganggap besar nikmat Allah yang sedikit.
88. Tidak pernah memuji makanan dan tidak juga mencelanya.
89. Memakan makanan apa saja yang dihidangkan kepadanya.
90. Di depan hidangan makanan beliau senantiasa makan makanan yang ada di depannya.
91. Di depan hidangan makanan, beliau yang paling duluan hadir dan paling akhir meninggalkannya.
92. Tidak akan makan sebelum lapar dan akan berhenti dari makan sebelum kenyang.
93. Tidak pernah makan dua model makanan.
94. Ketika makan tidak pernah sendawa.
95. Sebisa mungkin beliau tidak makan sendirian.
96. Mencuci kedua tangan setelah selesai makan kemudian mengusapkannya ke wajah.
97. Ketika minum, beliau meneguknya sebanyak 3 kali. Awalnya baca Bismillah dan akhirnya baca Alhamdulillah.
98. Rasulullah lebih memiliki rasa malu daripada gadis-gadis pingitan.
99. Bila ingin masuk rumah, beliau meminta izin sampai tiga kali.
100. Waktu di dalam rumah, beliau bagi menjadi tiga bagian : satu bagian untuk Allah, satu bagian untuk keluarga dan satu bagian lagi untuk dirinya sendiri. Sedangkan waktu untuk dirinya sendiri beliau bagi dengan masyarakat.
Semoga kita bisa menjadikan beliau sebagai Panutan

Keburukan meniup Terompet ditahun baru

Terompet itu ditiup oleh bibir-bibir muslimin, sebagai tanda kemenangan bagi kaum kuffar….
Habibana Munzir AL Musawa : Dihadapan kita beberapa hari yang akan datang adalah malam tahun baru, dimana seluruh penduduk bumi memeriahkan malam 1 Januari itu dengan semarak, tak kalah penduduk ibukota Negara Muslimin terbesar di muka bumi ini, ribuan muslimin muslimat ummat Muhammad SAW keluar dari rumah mereka untuk merayakan malam tahun baru, menyiapkan uang yang cukup untuk bergembira.
Padahal uang yang mereka miliki itu setiap peser nya akan ia pertanggung jawabkan dihadapan Allah, mereka memadati jalanan hingga tak pernah ibukota mengalami kemacetan di malam hari seperti kemacetan malam tahun baru, entah apa yang menggembirakan mereka hingga mereka bertahan dan bersabar mengalami kemacetan yang begitu dahsyat.
Barangkali mereka menyambut sorga?, atau mereka merebutkan pembagian rumah atau uang ratusan juta rupiah?, ternyata tidak,mereka hanya merayakan hari tahun baru orang Nasrani belaka, yang tak membawa faedah apa-apa bagi mereka, tak membawa keuntungan apa-apa di dunia dan di akhirat.
Umat Muhammad SAW berjejal memadati jalan raya membawa istrinya, keluarganya, teman temannya, dan menyiapkan terompet demi meramaikan hari nasrani ini. Duh Robbi, semoga hal ini tak membuka pintu kemarahanMu pula hingga menumpahkan musibah dan kesempitan lagi pada kami..,
Saudara-saudaraku jauhilah perayaan malam tahun baru, malam 1 Januari adalah malam paling banyak maksiat ummat Muhammad SAW di muka bumi dalam setahun penuh, malam itu boleh kita namakan : “Malam kegelapan dosa dimuka bumi”. Dimana panggung panggung kemaksiatan ditegakkan, lalu ribuan manusia berjingkrak ria dan mabuk- mabukan berjoget diatas Bumi Allah disaksikan oleh seluruh bintang dilangit, disaksikan oleh jutaan sel tubuhnya yang ikut terlibat dalam gelimang dosa, dan disaksikan oleh Maha Raja Yang Maha Melihat, Yang Maha Menghamparkan Bumi untuk bersujud kepada Nya, merayakan hari ummat yang telah memfitnah Nya mempunyai putra, barangkali arwah ayah ibu meraka menangis menjerit jerit karena disiksa di alam kubur sebab perbuatan mereka, sedang anak-anaknya berjingkrak joget diatas bumi Allah SWT dalam kemaksiatan.
Saudara-saudarku bangkitlah… saudara- saudaraku hindarkanlah dirimu, anak-anakmu, keluargamu, tetanggamu, teman-temanmu, dari merayakan malam itu, hindarkan terompet- terompet tahun baru dari anak-anakmu, terompet itu ditiup oleh bibir-bibir muslimin, sebagai tanda kemenangan bagi kaum kuffar, menandakan anak anak muslimin telah dibawah injakan kaki orang kuffar karena mereka turut memeriahkan perayaan orang-orang yang bukan agamanya, betapa gelapnya pemahaman ayah ibunya, mereka mengeluarkan uangnya demi agar anaknya turut dalam kelompok kuffar, mereka membayar demi tarbiyah (didikan) kekufuran untuk anaknya….
ASTAGFIRULLAHAL ADHIIM… ASTAGFIRULLAHAL ADHIIM…

Mari sama sama kita berdzikir di malam tahun Baru
Maka disaat Pukul 00.00 WIB, dimana menggemanya terompet kemenangan kuffar, maka kita semua pula menyebut lafadh jalaalah : Ya Allahu.. Ya Allah.. Ya Allah..”


___

Kemuliaan Nama Fatimah

Kemuliaan Nama Fathimah
Habib Munzir Al Musawa :
Banyak sekali wanita yg bernama Fathimah Azzahra, tiada lain karena cinta ayah bundanya pada Putri Rasul saw, dan Fathimah Azzahra ra adalah manusia yg paling dicintai Rasul saw dari semua manusia.
nenek saya seorang wanita Shalihah yg wafat dan dimakamkan di Pemalang, cahaya muncul dari kuburnya selama berbulan bulan setelah wafatnya, nama beliau Fathimah Azzahra, demikian pula putri saya, saya namai Fathimah zzahra.
banyak sekali para ulama yg memberi nama itu ketika dimintai memberi nama anak perempuan.

Buatlah ikatan dengan Rasulullah saw agar dijauhkan dari api neraka

Buatlah ikatan dengan Rasulullah saw agar dijauhkan dari api neraka
Suatu ketika Sayyidina Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu mengusap wajahnya dengan sapu tangan,lalu memberikannya kepada pembantunya agar sapu tangan itu dibersihkan
Tiba-tiba pembantu itu memasukkan sapu tangan tadi kedalam api hingga terbakar semua kotoran yang menempel.
Namun yang menghairankan tak lama kemudian pembantu itu menarik sesuatu dari api tadi.
Ternyata sapu tangan yang tadi dilemparnya tidak habis terbakar,bahkan masih tetap sempurna dan menjadi jernih kerana kotoran yang menempel padanya terbakar.
Melihat kejadian yang menakjubkan itu seseorang bertanya,"Sapu tangan apakah itu?" Anas menjawab,"Sapu tangan itu pernah bercampur dengan keringat Rasulullah صلى الله عليه و سلم saat ia mengusap wajahnya dengannya
Bukankah api tak akan menyentuh jasad Nabi صلى الله عليه و سلم? "
Sahabatku berusahalah mendekati Nabi صلى الله عليه و سلم dan jangan kau putuskan ikatan dengannya.
Sebab kelak yang berdekatan dengan Rasulullah صلى الله عليه و سلم tidak akan disentuh oleh api neraka.
[Al Habib Omar Al Hafidz]

Semua yang di idamkan di dunia ini adalah fana (tidak abadi)

Semua yang di idamkan di dunia ini adalah fana (tidak abadi)
Guru Mulia Habib Umar Bin Hafidz :
Hadirkanlah hatimu…
Aku sudah berkeliling banyak Negara dan kulihat bagaimana penduduk di bumi ini jauh lebih banyak mengorbankan segala hal demi mendapatkan hal-hal yang fana. Jika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka risau dan sedih. Dan saat kegembiraan yang mereka temukan tersebut mereka dapatkan, maka tidak akan abadi dan langgeng.
Maka oleh sebab itu kita mengalihkan daripada apa yang kita dambakan adalah anugrah Allah, pemberian Allah, kasih sayang Allah.. yang dengan itu kita terangkat pada keluhuran-keluhuran dan terjauhkan dari segala kehinaan.
Orang-orang yang lupa pada Allah menyebarkan dan mengajarkan kegembiraan-kegembiraan dengan beragam permainan, maka sebagian besar waktu dan hartanya mereka habiskan untuk permainan, dan mereka dapati kenikmatan tersebut hanya sesaat. Sebulan, dua bulan, setahun, dua tahun, setelah itu mereka temukan bahwasannya mereka tidak menemukan puncak kenikmatannya, shingga mereka kehilangan sesuatu yang besar.
Selain itu ada juga yang menghabiskan waktu dan hartanya untuk melihat hal-hal yang dilarang Allah, yaitu aurat-aurat yang terbuka hingga waktu dan hartanya habis, sehingga mereka tidak mendapatkan apa-apa kecuali kehinaan.
Sebagian orang terpenjarakan pada pekerjaan duniawi saja hingga mereka merasa puas dengan itu semua. Dan berapa banyak dari mereka, demi itu semua mereka mengorbankan waktu dan hartanya. Lantas semua yang mereka dapati itu tidak memuaskan.
Dan sebagian lagi, rela mengorbankan apapun demi mendapatkan nama, demi mendapatkan penghormatan dari orang lain dan nama besar, lantas bila mereka berhasil mencapai, ataupun mereka gagal mencapainya, maka dia dapati dirinya bahwasannya dia tidak mencapai puncak dari kebahagiaan yang dia idam-idamkan.
Namun mereka yang hidupnya di dunia hanya mendambakan kedekatan dengan Allah, ridha Allah, rahmat Allah, bagi mereka itulah dipersiapkan rahasia kebahagiaan dan kesejahteraan di dunia dan di akhirat yang kekal.

Selasa, 24 Mei 2016

Nasehat Guru Mulia al-Habib 'Umar bin Muhammad bin Hafidz Untuk Pedoman Hidup

Nasehat Guru Mulia Untuk Pedoman Hidup
ﻣﻦ ﻛﻼﻡ ﺳﻴﺪﻱ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﻋﻤﺮ ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
Dari pada ucapan Guru kami al-Habib 'Umar bin Muhammad bin Hafidz
" ﺣﺎﻓﻈﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﻋﻴﻮﻧﻜﻢ ﻓﻲ ﻣﺎﺑﻘﻲ ﻣﻦ ﺍﻻﻋﻤﺎﺭ
1. Jagalah mata kalian di sisa umurmu
ﻭﻻﺗﺤﺘﻘﺮﻭﺍ ﺑﻬﺎ ﻣﺴﻠﻢ
2. Janganlah sekali-kali engkau
pandang rendah dari pada saudara muslimmu
ﻭﻻﺗﻌﻈﻤﻮﺍ ﺑﻬﺎ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ
3. Jangan engkau pandang mulia dunia ini
ﻭﻻﺗﻜﺸﻔﻮﺍ ﺑﻬﺎﺍﻟﻌﻮﺭﺍﺕ
4. Jangan engkau membuka auratmu
ﻭﻻﺗﻨﻈﺮﻭﺍ ﺑﻬﺎ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﺼﻮﺭ ﺍﻟﻤﺤﺮﻣﺎﺕ
5.Jangan engkau membuka atau melihat gambar-gambar yang di haramkan oleh Allah
ﻭﻛﻠﻤﺎﺕ ﺗﻘﺮﺃﻭﻧﻬﺎ ﺑﻘﻠﻮﺑﻜﻢ ﺩﻭﻥ ﺗﺤﺮﻳﻚ ﺍﻟﺴﻨﺘﻜﻢ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﻨﻮﻡ ﺗﻘﻮﻱ ﺍﻻﻳﻤﺎﻥ
( ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻌﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻧﺎﻇﺮﻱ ﺍﻟﻠﻪ ﺣﺎﺿﺮﻱ ﺍﻟﻠﻪ ﺷﺎﻫﺪﻱ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﺮﻳﺐ ﻣﻨﻲ "
6. Jika engkau mau tidur bacalah kalimat ini untuk menguatkan iman
( ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻌﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻧﺎﻇﺮﻱ ﺍﻟﻠﻪ ﺣﺎﺿﺮﻱ ﺍﻟﻠﻪ ﺷﺎﻫﺪﻱ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﺮﻳﺐ ﻣﻨﻲ ) .
( ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻌﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻧﺎﻇﺮﻱ ﺍﻟﻠﻪ ﺣﺎﺿﺮﻱ ﺍﻟﻠﻪ ﺷﺎﻫﺪﻱ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﺮﻳﺐ ﻣﻨﻲ ) .
" Allahu ma'i allahu nadziri allahu hadhiri allahu syahidi allahu qoribun minni "
Allah selalu bersamaku,Allah selalu memandangku, Allah selalu hadir bersamaku, Allah selalu menyaksikanku, Allah selalu dekat denganku,
Bacalah dengan hati kalian tanpa menggerakkan lisan kalian .
ﻳﺎﻟﻠﻪ ﺑﺎﻟﺘﻮﻓﻴﻖ ﺣﺘﻰ ﻧﻔﻴﻖ ﻭﻧﻠﺤﻖ ﺍﻟﻔﺮﻳﻖ
Mudah mudahan kita mendapat taufiq sehingga kita bisa di golongkan dengan orang-orang sholeh...

Sabtu, 21 Mei 2016

KELUHURAN AKHLAK MULIA AL-HABIB UMAR BIN HAFIZ

KELUHURAN AKHLAK MULIA AL-HABIB UMAR BIN HAFIZ


Berikut ini ada sekelumit kisah menarik tentang keluhuran budi pekerti Alhabib Umar ibn Hafidz yang dikisahkan langsung oleh Si Penulisnya. Berikut saya akan kutip kisahnya, semoga lantaran kisah ini semakin membuat kita akan rindu kehadiran beliau di bumi Indonesia pertiwi ditahun-tahun berikutnya.
Ini adalah pengalaman pribadi saya (Habib Ahmad ibn Muhammad Alkaff) yang tak akan pernah terlupa tentang kemuliaan akhlak Alhabib Umar ibn Hafidz. Waktu itu pertengahan april 1994 musim sejuk di kota Tarim-Hadramaut mulai menyapa kami yang memang kami belum terbiasa dengan dinginnya cuaca Tarim ketika musim dingin. Alhabib Umar pun telah menyiapkan untuk kami para pelajarnya dari Indonesia yang waktu itu sangatlah manja dengan sebuah selimut tebal yang mahal, masing-masing dari kami mendapatkan satu selimut.
Kisah pun bermula, seperti biasanya selepas Ashar kami dan Alhabib Umar menuju kota Tarim untuk menghadiri “rauhah” dan maulid di kota tersebut. Selepas acara kami pun kembali ke kediaman Alhabib Umar di kota Aidid. Biasanya kami pulang larut malam dan kerana pada waktu itu Alhabib Umar hanya memiliki 1 mobil maka kami pun selalu berebutan untuk menaiki kereta tersebut. Terkadang kereta Nissan patrol itu dimuat oleh 20 orang lebih sehingga penuh di dalam dan di atas kereta. Kami berebut kerana memang jika kami tidak dapat tempat di kereta tersebut terpaksa kami akan pulang dengan berjalan kaki yang berjarak kurang lebihnya 5 km. Saya dan dua teman saya pada waktu itu kurang beruntung. Walhasil, kami bertiga berjalan kaki untuk pulang ke rumah Alhabib Umar. Sesampainya di tempat Alhabib Umar, kami mendapati teman-teman kami yang lain telah mendapatkan selimut tebal yang baru saja dibagikan oleh Alhabib Umar. Kami pun bergegas menemui Alhabib Umar. Tetapi, lagi-lagi kami kurang beruntung karena selimutnya telah habis. Alhabib Umar mengatakan bahawa kedai penjual selimutnya kehabisan stok dan berjanji akan memenuhi kekurangannya besok pagi.
Kami pun minta izin pergi kepada beliau untuk tidur. Akan tetapi, sebelum kami pergi Alhabib Umar menyuruh kami untuk menunggu. Kami menunggu Alhabib Umar yang masuk ke dalam rumahnya. Beberapa saat kemudian Habib Umar pun keluar dengan membawa beberapa selimut tipis dan lusuh dan membagikannya kepada kami bertiga. Kami pun menerima selimut itu tanpa pikir panjang lalu kami pun pulang menuju asrama yang berada tepat di belakang rumah Alhabib Umar. Kami membagikan selimut tipis dan lusuh pemberian Alhabib Umar yang berjumlah 2 selimut besar dan 3 selimut kecil untuk kami bertiga.
Baru saja kami meluruskan badan untuk tidur terdengar tangisan bayi yang tak henti-hentinya yang kami yakin itu adalah tangisan anak Alhabib Umar yang masih bayi pada waktu itu. Kami pun sempat bertanya tanya dalam hati kenapa bayi itu menangis sepanjang malam. Sambil tetap berusaha untuk memejamkan mata. Menjelang Subuh suara tangisan bayi pun berhenti, mungkin karena kelelahan menangis sepanjang malam. Kami pun bergegas menuju ke masjid Aidid yang terletak persis di depan rumah Alhabib Umar sambil membawa kitab Nahwu yang akan kami pelajari setelah shoat Subuh di bawah bimbingan langsung Alhabib Umar.
Setelah selesai belajar Nahwu kami pun pulang ke asrama kami. Di pertengahan jalan kami bertemu dengan Habib Salim anak dari Alhabib Umar bin Hafidz yang waktu itu masih berusia 6 tahun. Kami cuba menyapa dan bertanya, “Wahai Salim mengapa adik bayimu menangis tak henti-hentinya tadi malam? Apakah dia sakit?
Habib Salim pun menjawab, “Tidak, adikku tidak sakit.” Jawab Habib Salim.
“Lalu apa yang membuatnya menangis?” Tanya lagi kami.
Dengan keluguannya Salim pun menjawab, “Mungkin kerana kedinginan, kerana semalam kami sekeluarga tidur tanpa selimut?!”
Bagai tersambar petir kami terkejut mendengar ucapan tersebut. Kami pun berlari menuju asrama untuk mengambil selimut lusuh yang ternyata milik keluarga Alhabib Umar yang beliau berikan kepada kami, dan beliau sekeluarga rela tidur tanpa selimut didinginnya malam kota Tarim demi anak-anak muridnya. Kami kembalikan selimut tersebut kepada Alhabib Umar sambil membendung air mata dan tanpa tahu harus berkata apa. Dengan senyum dan seolah-olah tak terjadi apa-apa, Alhabib Umar menerima selimut dari kami dan menggantikan selimut tersebut dengan yang baru, yang juga baru saja dikirim oleh pemilik toko. Kami pun kembali ke asrama tanpa dapat membendung lagi air mata kami yang melihat kemuliaan yang beliau berikan kepada kami.
Sambil berkata di dalam hati, “Ya Allah ternyata di abad ini masih ada orang yang berhati begitu mulia seperti beliau. Terimakasih Ya Allah yang telah mempertemukan aku dengan manusia mulia dikehidupanku ini.

Minggu, 14 Juni 2015

Kisah KEMULIAAN ALHABIB UMAR BIN HAFIDZ

Foto ALHABIB UMAR BIN HAFIDZ
Sekelumit kisah tentang KEMULIAAN ALHABIB UMAR BIN HAFIDZ sekelumit kisah tentang KEMULIAAN ALHABIB UMAR BIN HAFIDZ

ini adalah pengalaman saya yg tak terlupakan tentang Alhabib umar bin hafidz
waktu itu pertengahan april 1994 musim dingin ditarim hadramaut mulai menyapa kami yg memang kami belum terbiasa dgn dinginnya cuaca tarim ketika musim dingin . Alhabib umar pun telah menyiapkan untuk kami para santrinya dari indonesia yg waktu itu sangatlah manja sebuah selimut tebal yg mahal . masing masing dari kami mendapatkan satu selimut
kisah pun bermula
seperti biasa selepas asar kami dan Alhabib umar menuju kota tarim untuk menghadiri rauhah dan maulid dikota tsb. selepas acara kami pun kembali kekediaman Alhabib umar dikota Aidid. biasanya kami pulang larut malam. dan karena pada waktu itu Alhabib umar hanya memiliki 1 mobil maka kami pun selalu berebutan untuk menaiki mobil tsb. terkadang mobil nisan patrol tsb dimuat oleh 20 orang lebih sehingga penuh didalam dan diatas mobil. kami berebut karena memang jika kami tdk dapat tempat dimobil tsb terpaksa kami akan pulang dgn berjalan kaki yg berjarak 5 kilo kurang lebih.
saya dan dua teman saya pada waktu itu kurang beruntung . kami bertiga berjalan kaki untuk pulang kerumah Alhabib umar . sesampainya kami ditempat habib umar kami mendapati teman2 kami yg lain telah mendapatkan selimut yg tebal yg baru saja dibagikan oleh habib umar. kami pun bergegas menemui habib umar . tapi lagi2 kami kurang beruntung karena selimutnya telah habis. habib umar mengatakan bahwa toko penjual selimutnya kehabisan stok dan berjanji akan memenuhi kekurangannya besok pagi . kami pun pamit kepada beliau untuk tidur. tp sebelum kami pergi habib umar menyuruh kami untuk menunggu . kami pun menunggu habib umar yg masuk kedalam rumahnya. beberapa saat kemudian habib umar pun keluar dgn membawa beberapa selimut tipis dan lusuh dan membagikannya kepada kami bertiga . kami pun menerima selimut itu tanpa pikir panjang lalu kami pun pulang menuju asrama yg berada tepat dibelakang rumah habib umar . kami pun membagi bagikan selimut tipis dan lusuh pemberian habib umar . yg berjumlah 2 selimut besar dan 3 selimut kecil untuk kami bertiga .
baru saja kami meluruskan badan untuk tidur terdengar tangisan bayi yg tak henti hentinya yg kami yakin itu adalah tangisan anak Alhabib umar yg masih bayi pada waktu itu. kami pun sempat bertanya tanya dalam hati kenapa bayi itu menangis sepanjang malam . sambil tetap berusaha untuk memejamkan mata. menjelang subuh suara tangisan bayi pun berhenti . mungkin karena kelelahan menangis sepanjang malam. kami pun bergegas menuju ke masjid aidid yg terletak persis didepan rumah habib umar sambil membawa kitab nahwu yg akan kami pelajari setelah shalat subuh dibawah bimbingan langsung habib umar. setelah selesai belajar nahwu kami pun pulang keasrama kami . dipertengahan jalan kami bertemu dgn habib salim anak dari Alhabib umar bin hafidz yg waktu itu masih berusia 6 thn kami pun menyapa dan bertanya .. wahai salim mengapa adik bayimu menangis tak henti hentinya tadi malam? apakah dia sakit? habib salim pun menjawab tidak , adikku tidak sakit. lalu apa yg membuatnya menangis ? dengan keluguannya salim pun menjawab .. mungkin karena kedinginan , karena semalam kami sekeluarga tidur tanpa selimut..
bagai tersambar petir kami terkejut mendengar ucapan polos tsb kami pun berlari menuju asrama untuk mengambil selimut lusuh yg ternyata milik keluarga habib umar yg beliau berikan kepada kami dan beliau sekeluarga rela tidur tanpa selimut di dinginnya malam kota tarim demi anak2 muridnya . kami kembalikan selimut tsb kepada habib umar sambil membendung air mata dan tanpa tahu harus berkata apa . dengan senyum dan seolah2 tak terjadi apa apa habib umar menerima selimut dari kami dan menggantikan selimut tsb dgn yg baru, yg baru saja dikirim oleh pemilik toko.. kami pun kembali keasrama tanpa dapat membendung lagi air mata kami yang melihat kemuliaan yg beliau berikan kepada kami. sambil berkata didalam hati .. ya allah ternyata diabad ini masih ada org yg berhati begitu mulia seperti beliau. terimakasih ya ALLAH yg telah mempertemukan aku dgn manusia mulia dikehidupanku ini.

Kisah Al Habib Umar bin Hafidz

Al Habib Umar bin Hafidz

Beliau adalah al-Habib ‘Umar putera dari Muhammad putera dari Salim putera dari Hafiz putera dari Abd-Allah putera dari Abi Bakr putera dari‘Aidarous putera dari al-Hussain putera dari al-Shaikh Abi Bakr putera dari Salim putera dari ‘Abd-Allah putera dari ‘Abd-al-Rahman putera dari ‘Abd-Allah putera dari al-Shaikh ‘Abd-al-Rahman al-Saqqaf putera dari Muhammad Maula al-Daweela putera dari ‘Ali putera dari ‘Alawi putera dari al-Faqih al-Muqaddam Muhammad putera dari ‘Ali putera dari Muhammad Sahib al-Mirbat putera dari ‘Ali Khali‘ Qasam putera dari ‘Alawi putera dari Muhammad putera dari ‘Alawi putera dari ‘Ubaidallah putera dari al-Imam al-Muhajir to Allah Ahmad putera dari ‘Isa putera dari Muhammad putera dari ‘Ali al-‘Uraidi putera dari Ja’far al-Sadiq putera dari Muhammad al-Baqir putera dari ‘Ali Zain al-‘Abidin putera dari Hussain sang cucu laki-laki, putera dari pasangan ‘Ali putera dari Abu Talib dan Fatimah al-Zahra puteri dari Rasul Muhammad s.a.w.

Beliau terlahir di Tarim, Hadramaut, salah satu kota tertua di Yaman yang menjadi sangat terkenal di seluruh dunia dengan berlimpahnya para ilmuwan dan para alim ulama yang dihasilkan kota ini selama berabad-abad. Beliau dibesarkan di dalam keluarga yang memiliki tradisi keilmuan Islam dan kejujuran moral dengan ayahnya yang adalah seorang pejuang martir yang terkenal, Sang Intelektual, Sang Da’i Besar, Muhammad bin Salim bin Hafiz bin Shaikh Abu Bakr bin Salim. Ayahnya adalah salah seorang ulama intelektual Islam yang mengabdikan hidup mereka demi penyebaran agama Islam dan pengajaran Hukum Suci serta aturan-aturan mulia dalam Islam. Beliau secara tragis diculik oleh kelompok komunis dan diperkirakan telah meninggal, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya. Demikian pula kedua kakek beliau, al-Habib Salim bin Hafiz dan al-Habib Hafiz bin Abd-Allah yang merupakan para intelektual Islam yang sangat dihormati kaum ulama dan intelektual Muslim pada masanya. Allah seakan menyiapkan kondisi-kondisi yang sesuai bagi al-Habib ‘Umar dalam hal hubungannya dengan para intelektual muslim disekitarnya serta kemuliaan yang muncul dari keluarganya sendiri dan dari lingkungan serta masyarakat dimana ia dibesarkan.

Beliau telah mampu menghafal Al Qur’an pada usia yang sangat muda dan ia juga menghafal berbagai teks inti dalam fiqh, hadith, Bahasa Arab dan berbagai ilmu-ilmu keagamaan yang membuatnya termasuk dalam lingkaran keilmuan yang dipegang teguh oleh begitu banyaknya ulama-ulama tradisional seperti Muhammad bin ‘Alawi bin Shihab dan al-Shaikh Fadl Baa Fadl serta para ulama lain yang mengajar di Ribat, Tarim yang terkenal itu. Maka beliau pun mempelajari berbagai ilmu termasuk ilmu-ilmu spiritual keagamaan dari ayahnya yang meninggal syahid, al-Habib Muhammad bin Salim, yang darinya didapatkan cinta dan perhatiannya yang mendalam pada da’wah dan bimbingan atau tuntunan keagamaan dengan cara Allah s.w.t. Ayahnya begitu memperhatikan sang ‘Umar kecil yang selalu berada di sisi ayahnya di dalam lingkaran ilmu dan dhikr.
Namun secara tragis, ketika al-Habib ‘Umar sedang menemani ayahnya untuk sholat Jum‘ah, ayahnya diculik oleh golongan komunis, dan sang ‘Umar kecil sendirian pulang ke rumahnya dengan masih membawa syal milik ayahnya, dan sejak saat itu ayahnya tidak pernah terlihat lagi. Ini menyebabkan ‘Umar muda menganggap bahwa tanggung jawab untuk meneruskan pekerjaan yang dilakukan ayahnya dalam bidang Da‘wah sama seperti seakan-akan syal sang ayah menjadi bendera yang diberikan padanya di masa kecil sebelum beliau mati syahid. Sejak itu, dengan sang bendera dikibarkannya tinggi-tinggi, ia memulai, secara bersemangat, perjalanan penuh perjuangan, mengumpulkan orang-orang, membentuk Majelis-majelis dan da’wah. Perjuangan dan usahanya yang keras demi melanjutkan pekerjaan ayahnya mulai membuahkan hasil. Kelas-kelas mulai dibuka bagi anak muda maupun orang tua di mesjid-mesjid setempat dimana ditawarkan berbagai kesempatan untuk menghafal Al Qur’an dan untuk belajar ilmu-ilmu tradisional.

Ia sesungguhnya telah benar-benar memahami Kitab Suci sehingga ia telah diberikan sesuatu yang khusus dari Allah meskipun usianya masih muda. Namun hal ini mulai mengakibatkan kekhawatiran akan keselamatannya dan akhirnya diputuskan beliau dikirim ke kota al-Bayda’ yang terletak di tempat yang disebut Yaman Utara yang menjadikannya jauh dari jangkauan mereka yang ingin mencelakai sang sayyid muda.

Disana dimulai babak penting baru dalam perkembangan beliau. Masuk sekolah Ribat di al-Bayda’ ia mulai belajar ilmu-ilmu tradisional dibawah bimbingan ahli dari yang Mulia al-Habib Muhammad bin ‘Abd-Allah al-Haddar, semoga Allah mengampuninya, dan juga dibawah bimbingan ulama mazhab Shafi‘i al-Habib Zain bin Sumait, semoga Allah melindunginya. Janji beliau terpenuhi ketika akhirnya ia ditunjuk sebagai seorang guru tak lama sesudahnya. Ia juga terus melanjutkan perjuangannya yang melelahkan dalam bidang Da‘wah.

Kali ini tempatnya adalah al-Bayda’ dan kota-kota serta desa-desa disekitarnya. Tiada satu pun yang terlewat dalam usahanya untuk mengenalkan kembali cinta kasih Allah dan Rasul-Nya s.a.w pada hati mereka seluruhnya. Kelas-kelas dan majelis didirikan, pengajaran dimulai dan orang-orang dibimbing. Usaha beliau yang demikian gigih menyebabkannya kekurangan tidur dan istirahat mulai menunjukkan hasil yang besar bagi mereka tersentuh dengan ajarannya, terutama para pemuda yang sebelumnya telah terjerumus dalam kehidupan yang kosong dan dangkal, namun kini telah mengalami perubahan mendalam hingga mereka sadar bahwa hidup memiliki tujuan, mereka bangga dengan indentitas baru mereka sebagai orang Islam, mengenakan sorban/selendang Islam dan mulai memusatkan perhatian mereka untuk meraih sifat-sifat luhur dan mulia dari Sang Rasul Pesuruh Allah s.a.w.

Sejak saat itu, sekelompok besar orang-orang yang telah dipengaruhi beliau mulai berkumpul mengelilingi beliau dan membantunya dalam perjuangan da‘wah maupun keteguhan beliau dalam mengajar di berbagai kota besar maupun kecil di Yaman Utara. Pada masa ini, beliau mulai mengunjungi banyak kota-kota maupun masyarakat diseluruh Yaman, mulai dari kota Ta’iz di utara, untuk belajar ilmu dari mufti Ta‘iz al-Habib Ibrahim bin Aqil bin Yahya yang mulai menunjukkan pada beliau perhatian dan cinta yang besar sebagaimana ia mendapatkan perlakuan yang sama dari Shaikh al-Habib Muhammad al-Haddar sehingga ia memberikan puterinya untuk dinikahi setelah menyaksikan bahwa dalam diri beliau terdapat sifat-sifat kejujuran dan kepintaran yang agung.

Tak lama setelah itu, beliau melakukan perjalanan melelahkan demi melakukan ibadah Haji di Mekkah dan untuk mengunjungi makam Rasul s.a.w di Madinah. Dalam perjalanannya ke Hijaz, beliau diberkahi kesempatan untuk mempelajari beberapa kitab dari para ulama terkenal disana, terutama dari al-Habib ‘Abdul Qadir bin Ahmad al-Saqqaf yang menyaksikan bahwa di dalam diri ‘Umar muda, terdapat semangat pemuda yang penuh cinta kepada Allah dan Rasul-Nya s.a.w dan sungguh-sungguh tenggelam dalam penyebaran ilmu dan keadilan terhadap sesama umat manusia sehingga beliau dicintai al-Habib Abdul Qadir salah seorang guru besarnya. Begitu pula beliau diberkahi untuk menerima ilmu dan bimbingan dari kedua pilar keadilan di Hijaz, yakni al-Habib Ahmed Mashur al-Haddad dan al-Habib ‘Attas al-Habashi.

Sejak itulah nama al-Habib Umar bin Hafiz mulai tersebar luas terutama dikarenakan kegigihan usaha beliau dalam menyerukan agama Islam dan memperbaharui ajaran-ajaran awal yang tradisional. Namun kepopuleran dan ketenaran yang besar ini tidak sedikitpun mengurangi usaha pengajaran beliau, bahkan sebaliknya, ini menjadikannya mendapatkan sumber tambahan dimana tujuan-tujuan mulia lainnya dapat dipertahankan. Tiada waktu yang terbuang sia-sia, setiap saat dipenuhi dengan mengingat Allah dalam berbagai manifestasinya, dan dalam berbagai situasi dan lokasi yang berbeda. Perhatiannya yang mendalam terhadap membangun keimanan terutama pada mereka yang berada didekatnya, telah menjadi salah satu dari perilaku beliau yang paling terlihat jelas sehingga membuat nama beliau tersebar luas bahkan hingga sampai ke Dunia Baru.

Negara Oman akan menjadi fase berikutnya dalam pergerakan menuju pembaharuan abad ke-15. Setelah menyambut baik undangan dari sekelompok Muslim yang memiliki hasrat dan keinginan menggebu untuk menerima manfaat dari ajarannya, beliau meninggalkan tanah kelahirannya dan tidak kembali hingga beberapa tahun kemudian. Bibit-bibit pengajaran dan kemuliaan juga ditanamkan di kota Shihr di Yaman timur, kota pertama yang disinggahinya ketika kembali ke Hadramaut, Yaman. Disana ajaran-ajaran beliau mulai tertanam dan diabadikan dengan pembangunan Ribat al-Mustafa. Ini merupakan titik balik utama dan dapat memberi tanda lebih dari satu jalan, dalam hal melengkapi aspek teoritis dari usaha ini dan menciptakan bukti-bukti kongkrit yang dapat mewakili pengajaran-pengajaran di masa depan.

Kepulangannya ke Tarim menjadi tanda sebuah perubahan mendasar dari tahun-tahun yang ia habiskan untuk belajar, mengajar, membangun mental agamis orang-orang disekelilingnya, menyebarkan seruan dan menyerukan yang benar serta melarang yang salah. Dar-al-Mustafa menjadi hadiah beliau bagi dunia, dan di pesantren itu pulalah dunia diserukan. Dalam waktu yang dapat dikatakan demikian singkat, penduduk Tarim akan menyaksikan berkumpulnya pada murid dari berbagai daerah yang jauh bersatu di satu kota yang hampir terlupakan ketika masih dikuasai para pembangkang komunis. Murid-murid dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Kepulauan Comoro, Tanzania, Kenya, Mesir, Inggris, Pakistan, Amerika Serikat dan Kanada, juga negara-negara Arab lain dan negara bagian di Arab akan diawasi secara langsung oleh Habib Umar. Mereka ini akan menjadi perwakilan dan penerus dari apa yang kini telah menjadi perjuangan asli demi memperbaharui ajaran Islam tradisional di abad ke-15 setelah hari kebangkitan. Berdirinya berbagai institusi Islami serupa di Yaman dan di negara-negara lain dibawah manajemen al-Habib Umar akan menjadi sebuah tonggak utama dalam penyebaran Ilmu dan perilaku mulia serta menyediakan kesempatan bagi orang-orang awam yang kesempatan tersebut dahulunya telah dirampas dari mereka.

Habib ‘Umar kini tinggal di Tarim, Yaman dimana beliau mengawasi perkembangan di Dar al-Mustafa dan berbagai sekolah lain yang telah dibangun dibawah manajemen beliau. Beliau masih memegang peran aktif dalam penyebaran agama Islam, sedemikian aktifnya sehingga beliau meluangkan hampir sepanjang tahunnya mengunjungi berbagai negara di seluruh dunia demi melakukan kegiatan-kegiatan mulianya.

Sumber : www.majelisrasulullah.org
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html