Tampilkan postingan dengan label KUMPULAN MANAQIB PARA DATU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KUMPULAN MANAQIB PARA DATU. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Mei 2016

Beristighfar karena ucapan Al-Hamdulillah

Konon Sirri al-Saqathi, salah seorang kaum Sufi, pernah berkata, ”Sudah tiga puluh tahun aku beristighfar kepada Allah hanya karena ucapan al-hamdulillah yang keluar dari mulutku” Tentu saja banyak orang menjadi bingung dengan pernyataannya itu lalu bertanya kepadanya, ”Bagaimana itu bisa terjadi?”
Sirri berkata, ”Saat itu aku memiliki toko di Baghdad. Suatu saat aku mendengar berita bahwa pasar Baghdad hangus dilalap api, padahal tokoku berada di pasar tersebut. Aku bersegera pergi ke sana untuk memastikan apakah tokoku juga terbakar ataukah tidak? Seseorang lalu memberitahuku, ”Api tidak sampai menjalar ketokomu” Aku pun mengucapkan, ”Alhamdulillah!” Setelah itu terpikir olehku, ”Apakah hanya engkau saja yang berada di dunia ini? Walaupun tokomu tidak terbakar, bukankah toko-toko orang lain banyak yang terbakar. Ucapanmu : alhamdulilah menunjukkan bahwa engkau bersyukur bahwa api tidak membakar tokomu. Dengan demikian, engkau telah rela toko-toko orang lain terbakar asalkan tokomu tidak terbakar! Lalu aku pun berkata kepada diriku sendiri lagi, ”Tidak adakah barang sedikit perasaan sedih atas musibah yang menimpa banyak orang di hatimu, wahai Sirri?” (Di sini Sirri menyitir hadis Nabi, ”Barangsiapa melewatkan waktu paginya tanpa memerhatikan urusan kaum muslimin, niscaya bukanlah ia termasuk dari mereka (kaum muslimin)”). Sudah 30 tahun saya beristighfar atas ucapan alhamdulillah itu.
Kisah tentang Sirri al-Saqathi ini merupakan sebuah contoh bentuk cinta diri negatif yang bisa kita katakan sebagai sifat mementingkan diri sendiri. Cinta diri seperti ini menutup pintu bagi segala bentuk perhatian yang sungguh-sungguh pada orang lain. Orang yang mementingkan diri sendiri hanya tertarik pada diri sendiri, dia menghendaki segala-galanya bagi dirinya sendiri, tidak merasakan kegembiraan dalam hal memberi dan hanya senang jika menerima. Dunia luar hanya dipandang dari segi apa yang dapat dia peroleh. Dia tidak berminat untuk memerhatikan kebutuhan-kebutuhan orang lain dan tidak menghargai kodrat serta integritas mereka. Orang macam ini tidak bisa melihat apa-apa selain dirinya sendiri. Dia menilai setiap orang atau lainnya hanya semata dari sisi manfaat buat dirinya. Pada dasarnya orang macam ini tidak punya kemampuan untuk mencintai.
Cinta diri dalam bentuk ini bukanlah sesuatu yang sesungguhnya maujud. Cinta semacam ini sesungguhnya hanyalah suatu bentuk kegandrungan seseorang pada dirinya sendiri. Karena itu cinta diri seperti ini harus disingkirkan. Sebaliknya cinta diri yang merupakan fithrah yang ada pada diri manusia seperti keinginan untuk memuliakan diri, mensucikan diri dan hal-hal semacam itu tentu saja tidak boleh diabaikan atau pun dibuang. Perbaikan dan penyempurnaan diri (nafs) manusia justru merupakan kemestian dan keharusan bagi manusia untuk mewujudkannya.

Kamis, 17 Maret 2016

Riwayat Datu Sulaiman Amuntai



Riwayat Datu Sulaiman Amuntai

Pada sekitar abad ke 18 ada sepasang suami istri dari Padang Basar Amuntai Hulu Sungai Utara yang hidup rukun,tidak tercatat secara pasti nama mereka,pada suatu hari mereka pergi ke Martapura yang pada saat itu merupakan ibukota kerajaan Banjar,mereka berkunjung kepada sanak keluarganya yang berada di Martapura melalui sungai dengan membawa perahu atau jukung besar khas Banjar,setelah saling melepas rindu dengan sanak keluarganya mereka pamit pulang,tapi alangkah terkejutnya mereka ketika sampai keperahu,ternyata didalam perahu sudah ada seorang bayi mungil,sadar bahwa bayi tersebut bukan anak mereka,mereka lalu melaporkannya kepada masyarakat sekitarnya,tak lama kemudian datanglah seluruh masyarakat Martapura untuk melihat bayi tersebut,ternyata dari semua masyarakat itu tak ada satupun yang mengaku bahwa bayi tersebut bayi mereka,akhirnya setelah dibicarakan dengan warga setempat,akhirnya bayi tersebut mereka bawa pulang kekampung halamannya untuk di didik dan dipelihara seperti anak kandung mereka sendiri,dan diberi nama Sulaiman,ternyata anak tersebut bukan sembarangan, banyak keganjilan keganjilan yang terjadi sejak iya masih bayi,pada saat bayi anak tersebut tidak pernah mau minum susu,ia cuma mau minum air putih,dan setiap waktu sholat anak tersebut pasti bangun dan tidak mau tidur,keanehan lain pada saat bulan Ramadhan tiba dan orang orang melaksanakan puasa,pada siang hari bayi tersebut tidak mau minum,kecuali saat tibanya berbuka puasa baru bayi tersebut baru mau minum,hal tersebut terus terjadi hingga iya semakin besar,makin besar iya makin banyaklah keanehan keanehan yang terjadi dengan dirinya,selain dipanggil dengan Datu Sulaiman beliau juga dipanggil oleh masyarakat dengan nama Datu Burung,kenapa jadi dipanggil Datu Burung hal ini ada kejadiannya,pada suatu hari beliau yang pada saat itu masih kanak kanak disuruh oleh orang tuanya untuk menunggu padi yang pada saat itu tengah dijemur,padi tersebut dijaga supaya jangan sampai dimakan ayam dan binatang lainnya,sebagai anak yang patuh dan berbakti dengan orang tuanya beliau tidak menolak,tapi apa yang terjadi...apa yang dilakukannya membuat orang tuanya dan seluruh masyarakat kampung menjadi gempar,ternyata untuk melaksanakan tugas yang diberikan orang tuanya beliau naik keatas pohon pisang yang dekat dengan jemuran tersebut,lalu duduk diatas daun pisang tersebut...anehnya jangankan patah daun pisang tersebut,lenturpun tidak dan sejak beliau menunggui jemuran tersebut tak seekor ayam pun yang berani mendekat.
tidak tercatat apakah setelah beliau dewasa,beliau menyebarkan ilmu ilmunya atau diketahui siapa guru guru beliau,yang ada cuma kesaktian kesaktian beliau yang masih disimpan masyarakat sampai kini,pada suatu ketika belanda mau menyerang desa Padang Basar amuntai dan sekitarnya,karena desa Padang Basar terletak ditepi sungai Tabalong maka Belanda melakukan penyerangan melalui sungai dengan kapal laut,mengetahui hal tersebut masyarakat segera melaporkan hal tersebut kepada Datu Sulaiman "Datu !!..Belanda mau menyerang kampung kita,mereka sedang dalam perjalanan menuju ke sini" kata salah seorang warga melapor.
"Tenang ..mereka takkan sampai kesini" sahut Datu Sulaiman.
"mereka sudah dekat Datu,mari kita siapkan segalanya"....
"baik..panggil semua kawan kawan kumpul semua.."
setelah semua pejuang berkumpul beliau lalu mengajak mereka semua ketepi sungai Tabalong,beliau mencari tali lalu dibentangkan melintang keseberang sungai.
"untuk apa tali itu dibentangkan menyeberang sungai ..Datu" tanya seorang warga.
"untuk menghalangi kedatangan Belanda ke daerah kita..."sahut Datu Sulaiman.
benar saja ketika Belanda mendekati kampung Padang Basar mereka melihat bahwa sungai yang mereka arungi buntu,dan akhirnya merekapun berbalik arah tidak jadi menyerang daerah Padang Basar dan sekitarnya.
konon kabarnya apabila Datu Sulaiman ingin makan ikan,ikan yang sedang berkeliaran bebas disungai beliau ambil begitu saja,tanpa menggunakan alat yang lazim dipakai orang,dan juga bila beliau ingin (mengurung ( bahasa banjar) menangkap ikan yang berkeliaran disungai,beliau pancangkan empat buah bilah atau tongkat berbentuk segi empat maka ikan yang berada didalam keempat bilah tersebut tidak bisa lepas.
Pada suatu hari beliau menanam pohon Kutapi dimuka rumah beliau,keada keluarganya beliau berpesan agar tanaman tersebut dipelihara,kalau pohon Kutapi ini sudah besar seperti pohon Kapuk atau Randu maka ajalnya akan tiba,ternyata apa yang dikatakan beliau benar adanya,pada saat pohon Kutapi tersebut sudah besar seperti pohon Kapuk atau Randu maka wafatlah beliau.
sebelum beliau wafat beliau sempat berwasiat agar supaya beliau dimakamkan di Kampung Padang Basar yang merupakan kampung beliau,tapi ketika wafatnya oleh pemerintah setempat beliau dimakamkan di kampung Pangacangan,karena tidak sesuai dengan wasiat maka pada malam harinya salah seorang sanak keluarganya bermimpi bahwa Datu Sulaiman kembali berkubur ketempat yang sudah diwasiatkannya yaitu dikampung Padang Basar,siang harinya kemudian dia ceritakan kepada keluarga lainnya,oleh keluarga akhirnya disepakati untuk membongkar makam di kampung Pangacangan dengan disaksikan seluruh warga,anehnya mayat Datu Sulaiman benar benar tidak ada dan mereka hanya menemukan buluh barencong (bambu yang dibikin runcing),sedangkan dikampung padang Basar muncul onggokan tanah dan onggokan tanah tersebutlah yang diyakini oleh seluruh masyarakat sebagai makam Datu Sulaiman dan diziarahi sampai sekarang ...wallahu a'lam bissawab.
kiranya cukup sekian cerita tentang Datu Sulaiman yang mempunyai berbagai macam karamah dan kesaktian dan mempunyai makam dua ,salah khilaf alfaqir mohon maaf ampun sebesar besarnya wabillahi taufik wal hidayah assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ditulis oleh :Yuliansyah Riffa,i,
foto :Habib Ahmad bin Abdullah Faqih Basyaiban
~sumber: ~Datu Datu Terkenal~

Riwayat Datu Magat Harung



Riwayat Datu Magat Harung

Al kisah pada zaman dahulu kala didesa Harung tinggallah seorang Datu yang bernama Magat bersama keluarganya,beliau tinggal bersama istri dan adiknya,istri beliau sangat cantik rupawan bernama Diang Sasar sedangkan adik beliau bernama Diang wangi dan bergelar Diang Dadukun,Datu Magat ini terkenal karena kesaktiannya,kehidupan beliau sehari hari adalah bertani dan beliau sangat ahli dalam pertanian ini dan mempunyai perladangan yang sangat luas.

Pada suatu ketika datu magat mengalami suatu peristiwa yang sangat memalukan bagi keluarganya,betapa tidak adiknya si Diang Wangi hamil tanpa bersuami,Datu sangat gelisah dan marah atas kejadian ini,maka berkatalah ia dengan adiknya si Diang Wangi.

''Kejadian ini sangat memalukan keluarga kita,karena kehamilanmu tanpa suami,katakan !..siapa laki laki yang telah menghamilimu Diang ?..

"aku tidak dapat mengatakan siapa laki laki itu kakak,karena ia datang pada malam hari lalu meniduriku tanpa aku dapat melawan dan setelah selesai ia langsung pergi pada malam itu juga" sahut Diang Wangi.

"aduh...ini sangat memalukan !' kata Datu Magat,ia termenung sambil terus berpikir,akhirnya datu mendapat akal tak lama setelah itu Datu pergi mencari rumpun bamban sebanyak banyaknya, setelah terkumpul rumpun bamban itu beliau bikin menjadi tali yang sangat panjang dan siap digunakan untuk menjebak orang yang sudah menghamili adiknya. Pada malam berikutnya datanglah laki laki yang sudah menghamili adiknya tersebut dan bermaksud untuk meniduri diang wangi kembali,orang tersebut tidak memakai pakaian kecuali cawat yang terbuat dari kulit kayu,setelah selesai orang tersebut bergegas meninggalkan kamar Diang wangi tanpa menyadari bahwa dalam kegelapan Diang Wangi telah mengikatkan tali tersebut ke cawat laki laki yang terbuat dari kulit kayu tersebut. Besok harinya Datu magat memeriksa tali yang digunakannya untuk menjebak orang yang sudah menghamili adiknya itu dan terlihat bahwa gulungan tali tersebut sudah hampir habis, segera Datu magat mengikuti tali tersebut, setelah keluar rumah tali tersebut menuju pohon yang sangat besar dan berlubang terus masuk kedalam lubang sampai kedalam balambika atau busut jantan cara berjalannya pun berbelok belok sampai akhirnya datu bertemu dengan laki laki tersebut yang sedang tertidur dibawah pohon belimbing.

"kalau kubunuh ia waktu tidur, aku pengecut,bukan laki laki,lebih baik kubangunkan dia, lebih baik sama sama siaga sama sama membuka dada" ujar Datu magat dalam hati,lalu Datu membangunkan orang itu tapi tidak juga mau bangun,akhirnya Datu Magat mendapatkan akal,diikatkannya bulu kaki Datu dan bulu kaki orang itu, setelah dirasa cukup kuat Datu lalu menyentakkan kakinya kuat kuat, karena sentakan itu laki laki itu akhirnya terbangun, begitu dilihat ada Datu Magat dihadapannya ia langsung bersimpuh dan memanggil "oh..kakak."ujarnya,"kamu jangan mudah memanggilku kakak, kamu sudah mencoreng arang dimukaku, membuatku malu,mengapa engkau melakukan perbuatan keji itu sehingga adikku hamil padahal ia belum menjadi istrimu ?"kata Datu Magat dengan marahnya.

"aku wahai kakak ku banyak banyak minta ampun, aku menyesal,seandainya sekarang kakak mau membunuhku aku tidak akan melawan "jawab laki laki itu.

melihat hal yang demikian Datu Magat akhirnya tak sampai hati membunuh laki laki itu karena ia sudah terus terang mengakui kesalahannya dan bersedia untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,"ulun (saya bahasa banjar) berjanji akan membantu dan membalas budi kakak apabila dikemudian hari kakak memerlukan pertolongan ulun, maka panggillah nama ulun" katanya.setelah kejadian itu maka dikawinkanlah Diang Wangi dan laki laki itu, selanjutnya suasana tenang dan damai meliputi keluarga Datu Magat.

Putus cerita Datu Magat tersebutlah cerita sebuah kerajaan yang terletak dikampung Paramain sekarang,nama rajanya adalah Lambu Garang dan istrinya bernama Singkap Siang,Raja Lambu Garang ini sangat terkenal karena ka zhalimannya dan sangat kejam, segala hasil pertanian harus dibagi dua walaupun tanah garapannya milik petani itu sendiri. Pada suatu hari Raja Lambu Garang berburu bersama para pengawalnya, sampai dihutan ia berputar utar mencari binatang buruan, namun saking asiknya tanpa ia sadari ia tersesat sampai kekebun Datu Magat, didalam kebun Datu Magat ini tumbuh bermacam macam pohon buah buahan, ada pohon durian, cempedak, rambutan,langsat (duku) dan buah buahan lain (disebut kebun buah Harung), dan dikebun inilah dia bertemu dengan istri Datu Magat yang berparas cantik tiada bandingnya, alhasil akhirnya Raja Lambu garang langsung jatuh hati, meski ia sudah mempunyai lebih dari 40 orang istri dan banyak lagi gundik, namun Lambu Garang tidak berani mengambil secara terang terangan, akhirnya dicarinya akal, singkat kisah diangkatlah Datu Magat sebagai Patih Kerajaan, setelah sekian lama Datu Magat diangkat menjadi patih, maka makin dekatlah hubungan keduanya dan raja sudah berkenalan dengan keluarga Datu, karena kedekatan mereka maka raja beranggapan sudah saatnya untuk mengambil isteri Datu magat yang bernama Diang Sasar, oleh karena itu raja memerintahkan diadakan keramaian.seluruh rakyat diundang,segala macam permainan diadakan ,pestanya berlangsung meriah sekali, ditengah keramaian itulah raja mengatur siasat untuk menjauhkan Datu Magat dari isterinya si Diang Sasa, raja kemudian mengatakan dengan Datu bahwa ia sangat menginginkan meminum madu dan mengajak datu untuk mencari madu lebah dihutan. Setibanya dihutan akhirnya mereka menemukan sarang lebah diatas pohon kusi yang sangat besar, orang tidak akan dapat menaiki kecuali dengan lantak (sejenis tangga) karena besar dan tingginya pohon tersebut. Dengan cekatan Datu Magat menaiki pohon kusi dengan menggunakan lantak untuk mengumpulkan sarang lebah tersebut ,namun ketika Datu Magat berada diatas pohon itu saat itu lah raja menjalankan muslihatnya dengan memotong lantak tersebut padahal hanya dengan lantak itulah Datu Magat bisa naik dan menuruni pohon itu, dengan memotong lantak itu raja berharap Datu Magat tidak akan dapat turun dan mati kelaparan diatas pohon itu,sekian lama Datu Magat termenung diatas pohon kusi,tiba tiba Datu teringat pesan adik iparnya kalau dalam kesulitan untuk memanggil dirinya, dalam sekali panggil datanglah iparnya itu dan membantu Datu Magat menuruni pohon besar dan tinggi tersebut."ini penghianatan raja kepada kakanda dan raja menghendaki kematian kakanda "ujar iparnya tersebut, kemudian mereka berdua berjalan memasuki sebuah hutan yang bernama hutan Balabar, didalam hutan ini iparnya meminta Datu Magat untuk mengambil buah limpasu sebanyak 3 biji dan menyuruhnya menyimpan didalam kantong celananya, iparnya berpesan apabila sudah tiba ditempat keramaian agar melempar buah limpasu itu dan apabila terdengar bunyi ledakan agar segera menjauhi tempat itu karena tempat itu telah dihancurkan, ketika tiba ditempat keramaian itu datu Magat segera melemparkan buah limpasu tersebut, lemparan pertama dan kedua tidak menimbulkan ledakan, baru pada lemparan ketiga terdengarlah ledakan yang sanagat dan mengoncang bumi, Datu Magat segera pergi dari tempat itu karena kerajaan beserta seluruh penghuni termasuk isteri Datu Magat si Diang Sasar telah tewas, setelah kejadian itu Datu Magat berpisah dengan adik iparnya
.

Sejak saat itu Datu Magat tinggal bersama adiknya yang tengah mengandung, satu ketika Datu Magat megutarakan keinginannya untuk menikah lagi, setelah disetujui oleh adiknya akhirnya Datu Magat menikah dengan Puteri Raja Kait yang kecatikannya melebihi Diang Sasar, sebelum pergi adik iparnya berpesan apabila istrinya nanti melahirkan supaya diberi nama Arya Tadung Wani, setelah tiba saatnya melahirkan ternyata adik Datu Magat melahirkan seorang anak laki laki dan dilehernya terdapat sisik seperti sisik ular, maka sesuai pesan adik iparnya anak itu diberi nama Arya Tadung Wani (dari Arya Tadung Wani inilah cikal bakal orang Kandangan Hulu Sungai Selatan).

Diakhir hidupnya Datu Magat berpesan kalau beliau meninggal agar dikebumikan di dalam kebun beliau yaitu didalam kebun beliau di kampung Harung, dan sampai sekarang masih terdapat makam Datu Magat dikampung Harung Kabupaten Tabalong Tanjung dan beliau kerap juga disebut orang Datu Harung,wallahu a'lam.

cukup sekian kisah dari alfaqir salah khilaf kalau ada kekurangan mohon di maafkan akhirul qalam assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Sumber : Datu Datu Terkenal

Mengenal Lebih Dekat Datu Taniran



Mengenal Lebih Dekat Datu Taniran

Oleh : Muhammad Hanafi (Kelas IX B MTsN Angkinang)

Assalamualaikum wr.wb

Pada postingan ini saya berkeinginan untuk bisa menjadikan Hulu Sungai Selatan kita ini menjadi lebih di kenal masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Hulu Sungai selatan.

Petama tama saya memperkenalkan diri dan memberikan sedikit gambaran tentang Keramat Datu Taniran salah satu nya informasi tempat silsilah .dan pada kesempatan ini pula saya akan mebagikan sedikit cerita tentang tokoh mulia Datu Taniran Kubah Haji Muhammad Sa’ duddin atau lebih di kenal dengan sebutan Datu Taniran (Haji Muhammad Thaib).

Baik kita awali dulu dengan sedikit memperlenalkan diri saya .Saya disini sebagai penulis dan pemosting. Saya bernama Muhammad Hanafi , Saya tinggal di desa Bakarung, saya bersekolah di MTsN Angkinang kelas IXB. Saya sangat berterima kasih kepada Guru-guru MTsN Angkinang yg memberi informasi tentang adanya lomba blog karya tulis yang berjudul “CINTA HULU SUNGAI SELATAN”dan terima kasih juga kepada bapa Husaini selaku stap tata usaha di sekolah MTsN Angkin yang memerintahkan saya untuk bisa mengikuti lomba karya tulis Yang berjudul “CINTA HULU SUNGAI SELATAN”

Pembuka :

` KERAMAT DATU TANIRAN

PEMERINTAH KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA

KERAMAT DATU TANIRAN

Keramat Datu Taniran adalah (tempat wisata ) yang lebih baik kita kunjungi dari pada kita berkunjung ke tempat tempat yang hanya larut dengan keramaian dan kesenangan seperti di tempat-tempat Cafe dan lainya.

makam Haji Sa’duddin adalah salah satu makam yang terkenal di kalangan masyarakat Hulu Sungai Selatan, yang di kenal dengan sebutan Datu Keramat Taniran yang bertempat di Desa Taniran , tepatnya samping Mesjid Taniran yang bernama Mesjid As'sa addah

TUJUAN HAULAN

Tujuan haulan setiap tahun dilaksanakan ini merupakan implementasi dari penghargaan dan terima kasih kita selaku kaum muslimin bahwa berkat segala usaha dan kerja beliau maka perkembangan Islam di daerah ini dapat menyebar hingga kepelosok desa. Semoga kerja keras, amal bakti dan pengabdian beliau mendapat limpahan balasan pahalanya yang berlipat ganda dari Allah SWT dan bagi kita, generasi sekarang di harapkan dapat meneruskan cita-cita serta mewujudkan segala ajaran beliau. Tentu saja hal demikian harus kita implementasikan dengan semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT, serta semakin meningkatkan syiar Islam ke seluruh sendi kehidupan masyarakat.

RIWAYAT SINGKAT

Ini Saya kasih sedikit penulisan riwayat singkat Al-Alimul Allamah Haji Muhammad Thaib dengan gelar Haji Sa,duddin. Ini bertujuan untuk mengenang kembali perjuangan seorang muballigh Islam kenamaan yang telah menunaikan tugas dakwahnya sesuai degan tuntunan zamannya pada abad ke 13 Hijriah atau ke 19 Masehi , di kawasan Hulu Sungai Selatan yang sekarang di sebut banua lima

nama nama dan silsilah datu taniran

Almarhum yang dimakamkan dikubah taniran ini bernama Haji Muhammad Thaib yang bergelar Haji Sa’duddin bin Haji Muhammad As’ad bin Puan Syarifah binti Al- alimul Allamah Syaikh Haji Muhammad Arsyad Al-banjari sebagai nama diketahui Syaikh Haji Muhammad Arsyad Al-banjari adalah ulama besar Kalimantan , pengarang kitab Sabila Muhtadin dan Kitab-kitab agama Islam lainya , yang di baca dan di pedomankan dalam praktek hidup beragama Islam di kalimantan (HSS) salah satunya, pesisir Utara sumatera, Semenanjung Malaysia sampai daerah Fathani , Thailand Selatan. beliau merupakan anak kelima dari 12 orang bersaudara dari keturunan Haji Muhammad As,ad

1 Alimul Aallamah H Abu Tahlan-wafat dan dimakamkan di Tenggarong , Kutai, Kalimantan Timur.

2 Alimul Allamah H M Abu Hamid-wafat dan.dimakamkan di Ujung Pandaran , Sampit, Kalimantan Tengah.

3 Alimul Allamah H Ahmad -wafat dan dimakamkan di Balimau Kandangan Kalimantan Selatan

4 Alimul Allamah H M Arsyad-wafat dan dimakamkan di Pagatan, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan

5 Alimul Allamah H Sa'duddin- wafat dan dimakamkan di kampung Taniran Qubah Kandangan Kalimantan Selatan

6 Saudah

7 Rahmah

8 Saidah

9 Shalehah

10 Sunbul

11Llimir

12 Afiah

KELAHIRAN

Kelahiran Datu Taniran H Muhammad Thaib

beliau di lahirkan di kampung Dalam Pagar , Martapura di tahun 1194 Hijriah yang bertepatan dengan 1174 Masehi beliau sempat hidup dan bertemu Syaikh H Muhammad Arsyad Al-banjari, sebab pada tahun 1227 hijriah ketika Syaikh H Muhammad AryadAl-banjari wafat, beliau berusia 33 tahun .Namun beliau tidak berada di Tanah Air ketika Syaikh H Muhammad Arsyad Al-banjari wafat, baru setelah 2 tahun mangkatnya Syaikh yang mulia tersebut beliau kembali keTanah Air.

WAFAT

Wafatnya H Sa,duddin kurang lebih 45 tahun guru besar ini mencurahkan dharma baktinya terhadap agama, bangsa dan umatnya, setelah berhasil mencetak ulama-ulama penerus yang tersebar di sekitar Hulu Sungai Tempo dahulu, maka pada tanggal 5 Shafar 1278 Hijriah atau sekitar 1858 Masehi , beliau berpulang ke Rahmatullah dalam usia lebih dari 1000 bulan , yaitu 84 tahun

sedikit cerita tentang wafatnya datu taniran

Tiga hari menjelang kewafatannya , beliau mencuci kain kafan , salah seorang sahabat beliau yang bernama Ninggal mengatakan bahwa tuan akan pulang. Menurut penuturan orang-orang tua yang sambung bersambung di kampung Taniran sini, pada.waktu jenazah almarhum di sholatkan, banyak sekali orang yang turut melaksanakannya dan di antaranya ada terlihat tiga orang yang cukup menarik perhatian, tetapi tidak seorangpun mengetahui dari mana mereka dan datang dan bagaimana cara mereka pergi , selesai shalat dan pemakaman jenazah tersebut . Setelah pemakaman , berdatanglah segala jenis burung dan selama tiga hari berturut-turut burung itu mengerumuni dahan dan ranting pepohonan di sekitar kubur almarhum seakan-akan turut memberikan ta'ziah dan menzirahi makam seorang mujahid dakwah, yang telah menunaikan tugasnya seraya mengucapkan selamat sejahtera atas seorang hamba yang baik sejak ia dilahirkan, hingga ia wafat dan ketika nanti ia di bangkitkan kembali.

Kita sebagai masyarakat Hulu Sungai Selatan , hendaklah kita meluangkan waktu untuk bisa berkunjung ke keramat datu taniran, sebagai Tanda cinta kita sebagai masyarakat Hulu Sungai Selatan. Di sini saya juga memberkian sedikit foto tentang Para Kepolisian Hulu Sungai Selatan juga ikut berkunjung ke tempat Datu Keramat Taniran. Bagaimana pendapat Kalian sebagai kalangan masyarakat Hulu Sungai Selatan ? silahkan berkomentar . Alangkah baiknya kita meluangkan waktu untuk bisa berkunjung ke Kubur Datu Keramat Taniran walaupun hanya satu kali .

Para kepolisian datang ke Makam Datu Keramat Taniran

Masyarakat yang paling sering berkunjung dengan anggota (rombongan ) Ke Datu Keramat Taniran adalah warga masyarakat Samarinda dan Martapura. Penjaga Pintu (juru kunci) keramat datu taniran bernama muhammad rusli, Beliau membuka pintu makam datu keramat taniran dimulai jam 4 subuh sebelum azan subuh sudah di buka .dan di tutup sampai jam 12 malam . Hampir 24 jam.

Demikian sedikit cerita tentang tokoh mulia di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) yang cukup dikenal berbagai kalangan baik di HSS sendiri maupun di Kalsel bahkan Indonesia. Semoga banyak manfaat yang bisa diambil dari perjalanan beliau dalam menyebarkan agama Islam di Banua tercinta.*** 

MANAQIB SYEKH AMINULLAH (DATU BAGUL)



SYEKH AMINULLAH (DATU BAGUL)

Tak banyak riwayat yang bisa kita kupas dari seorang waliullah yang bernama Syech Aminullah atau Datu Bagul ini. Berdasarkan kisah yang disampaikan seorang penjaga makam Datu Bagul di Desa Tungkaran, Martapura, Datu Bagul wafat kira-kira 287 tahun yang lalu, atau lebih dahulu ketimbang Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary atau Datu Kalampayan (wafat 200-an tahun lalu).

Jika diperkirakan bahwa beliau wafat sekitar 287 tahun lalu, maka diperkirakan, tahun beliau wafat adalah 1726. Wallahu a'lam.

Datu Bagul adalah yang mula-mula mendiami kawasan Tungkaran tersebut yang dulunya adalah kawasan hutan dan berdataran tinggi, alias bebas banjir ketimbang kawasan langganan banjir lainnya seperti Tunggul Irang, Pingaran, Astambul, Dalam Pagar dan lain-lain di pesisir Sungai Martapura.

Dikatakannya, berdasarkan kisah yang disampaikan Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul, Datu Bagul sebenarnya bernama asli Syekh Aminullah, berasal dari Persia, Timur Tengah. "Guru Sekumpul mengetahui nama asli beliau, ketika Guru Sekumpul sering berkhalwat di makam ini puluhan tahun lalu. Bahkan, Datu Bagul sendiri yang memberitahukan nama asli beliau kepada Guru Sekumpul, di mana ketika itu, Guru Sekumpul secara kasyaf bisa bertemu bahkan berangkulan dengan Syekh Aminullah sebagai sesama waliullah," beber penjaga makam.

Datu Bagul menurut Guru Sekumpul adalah seorang habaib, atau masih keturunan Rasulullah SAW dari anaknya Siti Fatimah yang berkawin dengan Sayyidina Ali RA. "Menurut Guru Sekumpul, beliau sangat alim. Bahkan, sejarahnya tak banyak dikisahkan Guru Sekumpul. Kata Guru Sekumpul, Datu Bagul itu hanyalah gelaran dari penduduk setempat, yang sebenarnya nama asli beliau adalah Syekh Aminullah, berasal dari Persia dan masih keturunan Rasulullah SAW," ungkapnya.

Dari cerita para tetuha, Syekh Aminullah memang sudah diperintahkan Rasulullah SAW untuk hijrah dari Persia ke Tanah Banjar yang kala itu di bawah kekuasaan Kesultanan Banjar. "Beliau datang semata-mata untuk mensyiarkan agama Islam. Konon, beliau menggunakan sebuah kapal yang cukup besar, lengkap dengan barang-barang dagangannya. Selain berdagang, beliau memberikan pengajaran agama Islam kepada penduduk Banjar," jelasnya.

Sehingga suatu masa tibalah bagi Syekh Aminullah berkhalwat di tengah hutan. Kapal dagangnya pun disandarkan di tepi bukit. "Di sebelah belakang makam ini, dulunya adalah danau yang luas dan dalam, sehingga kapal bisa masuk dari arah Sungai Martapura. Seiring waktu, kapal itu tenggelam atau bagaimana saya kurang mengerti. Namun, menurut para ulama yang kasyaf, memang di kawasan ini banyak khazanah-khazanah di dalam perut buminya, baik berupa intan maupun emas batangan, wallahu a'lam," kisahnya. Hanya saja, khazanah itu masih ghaib, dan suatu masa kelak, khazanah itu akan keluar dengan sendirinya ke permukaan. "Menurut para tetuha, intan akan keluar dari perut bumi, layaknya batu-batu kerikil. Meski banyak di ditemukan, namun intan sudah tak terlalu berharga. Di zaman itu, semua orang kaya-kaya," beber Penjaga makam.

Hanya saja, memang ada yang berdasarkan petunjuk Datu Bagul, mendulang intan di kawasan seputar makam itu, dan memang ada ditemukan beberapa butir intan.

Memang sebelum tahun 1975, untuk ke Tungkaran, warga Pekauman, Dalam Pagar atau Kampung Kramat, dan juga Keraton, mesti naik jukung. Barulah setelah itu ada jalan rintisan seiring program ABRI Masuk Desa. Bahkan, dahulu, Guru Sekumpul hobi berburu burung ke kawasan ini, sehingga untuk menuju Tungkaran yang dulunya dikenal Karang Tengah, Guru Sekumpul naik perahu.

Setelah sekian lama berkhalwat di tengah hutan di dalam pondokannya, Datu Bagul wafat. Oleh penduduk setempat, beliau dimakamkan di halaman pondokan beliau sendiri. Lokasi makam ini dulunya bernama Murung Binjai atau Murung Nangka. "Jadi, makam beliau sekarang ini, dulunya halaman pondok beliau. Beliau tak memiliki istri dan juga anak," ungkapnya.

Kubah menurut cerita dibina oleh Guru Sekumpul sekitar tahun 1980-an, sementara mushalla di lokasi tersebut menurut cerita dibina oleh H Harun, seorang sudagar asal Pesayangan, Martapura. Bahkan, kebun karet yang ada sekarang, dimiliki beliau yang kemudian diwariskan kepada anaknya, H Ijai.

"Dikisahkan, H Harun sempat khawatir, bangunan mushalla di samping makam yang dibangunnya mubazir, karena memang jauh dari pemukiman penduduk. Lalu beliau meminta Guru Idris untuk menanyakan soal tersebut ke Guru Sekumpul. Belum lagi Guru Idris berkata, Guru Sekumpul sudah mengatakan bahwa mushalla tersebut kelak akan berguna. Guru Sekumpul berkata, 'Belum lagi atap mushalla itu ada, aku sudah sembahyang di situ'," kisahnya.

Sebelum tahun 2005, jalan dari Sungai Sipai ke Tungkaran dan menuju kubah masih jalan setapak dan berbatu. "Kemudian ada kisah bahwa Pak Rudy Ariffin, Bupati Banjar hendak maju menjadi calon gubernur Kalsel. Pak Rudy sowan ke Guru Sekumpul. Lalu oleh Guru Sekumpul, Pak Rudy disarankan untuk mengaspal jalan menuju kubah Datu Bagul sekalian bernazar di kubah tersebut. Singkat cerita, jalan sudah bagus dan tak lama kemudian, Pak Rudy menang sebagai Gubernur Kalsel pada 2005," ungkapnya.

Selanjutnya, karena berkah Datu Bagul tersebut terasa, sekali lagi Rudy Ariffin bernazar bahwa akan membangunkan kubah yang megah jika terpilih lagi sebagai gubernur. Rupanya, Rudy Ariffin lagi-lagi dipercaya rakyat Kalsel di 2010 lalu. Kubah Datu Bagul pun dibangun beton dan megah, hingga selesai 2011 lalu.

"Kita tak bisa menafikan keberkahan waliullah. Jangankan urusan akhirat, urusan dunia bisa saja diperlancar dengan berkat waliullah. Wajar saja jika hal itu terjadi, karena mereka (waliullah) itu dekat (washil) kepada Rasulullah SAW dan dekat kepada Allah SWT," ucap Penjaga makam. Menurutnya, para waliullah itu di pandangan mata kepala wafat namun sebenarnya hanya berpindah alam, dan hakikatnya mereka tetap hidup dan masih mendapat limpahan rizqi dari sisi Allah SWT.

"Bahkan, mereka selalu berdoa untuk umat Rasulullah baik bagi yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Mereka juga mengaminkan doa para peziarah. Hakikatnya, peziarah itu adalah tamu yang tentunya mereka (waliullah) itu akan menghormat kepada tamunya dan mengaminkan doa para peziarah," cetusnya.

Menurutnya, para wali yang sudah berpindah alam, senang jika makamnya diziarahi, sehingga Rasulullah sangat menganjurkan kepada umatnya untuk berziarah ke makam aulia meski hanya sebentar atau seperahan susu, sedetik dua detik, karena nilainya bagaikan beribadah 1.000 tahun.

Penjaga makam in juga mengaku pernah bimbang ketika di musim banjir 2006 lalu, di mana musim paceklik, sehingga ia lalu munajat kepada Allah dengan bertawasul melalui Datu Bagul. "Alhamdulillah, benih tak lama bisa ditanam. Namun, masalah muncul lagi ketika menjelang panen, hama tikus menyerang. Sekali lagi saya bertawasul, anehnya, lahan milik saya seperti tak diminati tikus-tikus. Para tikus hanya berkeliaran saja tanpa banyak memakan padi. Tahun itu, saya panen dengan cukup memuaskan, sementara petani lain panennya kurang bagus," katanya.

Manaqib DATU NUR RAYA



DATU NUR RAYA"

Tak banyak yg mengenal Datu Nuraya yang punya nama Syekh Abdul Mu'in ( sebagian ada yang menyebut Syekh Abdul Jabbar dan ada juga yang menyebut Syekh abdurr rau'f.

Pada saat lebaran/Hari Raya,Datu Suban kedatangan 12 orang murid- muridnya,yaitu : Datu Murkat,Datu Taming Karsa,Datu Niang Thalib,Datu Karipis,Datu Ganun,Datu Argih,Datu Ungku,Datu Labai Duliman,Datu Harun,Datu Arsanaya,Datu Rangga,dan Datu Galuh Diang Bulan.

Ketika sedang menikmati hidangan yang disediakan tuan rumah,tiba- tiba datang seorang yang bertubuh sangat besar.Serta merta mereka terkejut dan segera mengambil tombak dan parang untuk menghadang orang tsb. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. kata orang besar tsb sambil mendekat. Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.jawab para Datu. Lalu Datu Suban berkata kepada murid-muridnya bahwa orang yang membari salam itu insya Allah akan berniat baik dan tidak membahayakan. Maaf,siapa saudara yang datang dan darimana asalmu serta apa maksud saudara ?tanya Datu Suban. Si Raksasa hanya menjawab dengan ucapan LA ILAHA ILLALLAH. Setiap Datu Suban bertanya selalu dijawabnya dengan kalimat tauhid LA ILAHA ILLALLAH.hingga 7 kali ditanya dan dijawab dengan 7 kali dzikir tauhid itu.Setelah 7 kali dzikir tsb,tiba-tiba raksasa itu ambruk.Lalu para Datu menghampiri dan memeriksanya,ternyata orang besar itu telah meninggal dunia,serempak mereka berujar inna lillahi wa inna ilaihi raji'uun Melihat keadaan yang demikian,para Datu yang berjumlah 13 orang tadi bingung,bagaimana cara memandikan dan menguburkannya? jangankan untuk memandikan dan menguburkannya,mengangkat saja sudah susah,apalagi saat itu musim kemarau panjang,biasanya tanah sangat keras,sedang lubang untuk penguburan harus lebar dan panjang,dan untuk memandikannya juga diperlukan air yang sangat banyak. Konon ditengah kebingungan para datu,tiba-tiba hujan lebat turun dan ketika mereka mengangkat jenazah dengan mengerahkan tenaga penuh,ternyata tubuh orang besar itu sangat ringan,hanya seperti segumpal kapas.Serentak mereka berseru Subhanallah. Sebelum mereka mewaradunya ( membersihkan ) mayat itu,Datu Suban menemukan sebuah tas selempang dari dalam pakaiannnya,setelah membukanya ternyata terdapat sebuah kitab yang akhirnya terkenal dengan sebutan KITAB BARENCONG Para Datu mulai membagi tugas,membersihkan mayat ialah Datu Argih,Datu Niang Thalib,Datu Ganun,Datu Labai Duliman,Datu Ungku,Sedangkan Datu Karipis bertugas mencari batu nisan dari batu alam.Sedang yang lain membuat lubang kubur di gunung Munggu Karikil dekat Munggu tayuh. Konon lubang yang digali tidak cukup untuk mengubur jenazah itu,terpaksa kakinya harus dilipat sehingga tubuhnya seperti huruf hamzah. Pada hari ketujuh setelah meninggalnya raksasa itu Datu Suban membuka kitab yang ditemukan pada jenazah tsb dihadapan 12 muridnya sambil mengucap Bismillahirrahmanirrahiim ternyata berisi bermacam-macam khasiat ilmu dunia dan akhirat. Akhirnya orang besar/raksasa tsb diberi nama NURAYA karena dia datang pada hari raya dan wafat pada hari itu juga dan sesuai dengan badannya yang besar seperti RAYA . Nur Raya berarti pembawa cahaya yang sangat luas seperti Raya dengan panjang kuburnya kurang lebih 60 meter ( dengan kaki dilipat,kalau tidak dilipat mungkin bisa sampa 100 meter ) dan lebar kurang lebih 6 mete

RIWAYAT DATU GADUNG ( Syekh Salman Alfarisi )



RIWAYAT DATU GADUNG"
( Rantau )

Salah satu mutiara Rantau Tapin keturunan dari Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari adalah Syekh Salman Alfarisi beliau hidup disekitar tahun 1279 H sampai 1350 H atau 1857-1920 M,beliau merupakan buyut dari Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, adapun silsilah beliau adalah Syekh Salman Alfarisi bin Qadhi H.Mahmud bin Asiah bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari,dilahirkanpada malam rabu 25 syafar 1279 H, terlahir dalam keluarga para wali beliau berlainan dengan para pemuda pada saat itu yang menuntut ilmu ke Dalam Pagar Martapura, beliau belajar berbagai macam ilmu agama dengan orang tuanya yaitu Qadhi H.Mahmud yang memang orang tua beliau sangatlah alim dan termasuk Wali Allah juga,jadi sedari kecil kehidupan beliau selalu berlimpahan ilmu ilmu dari orang tua dan keluarganya,melihat kemampuan beliau inilah makanya pada umur 15 tahun beliau dikirim ke tanah suci Makkah untuk memperdalam ilmu ilmu yang sudah diberikan orang tua beliau,diriwayatkan saking kerasnya minat beliau menuntut ilmu dan belajar pada waktu malam beliau disediakan oleh orang tuanya bantal dari batuk kelapa ,agar supaya ketika terlelap kepalanya jatuh dan akan bangun untuk belajar,di Tanah Suci beliau belajar dengan seorang ulama dari Maghribi yang namanya tidak terkenal dibidang ilmu Falak atau ilmu Astronomi,di Tanah Suci Makkah beliau pernah menikah dengan seorang wanita dari andalas atau sumatera dan dikarunia i anak yang bernama Malik.

Sekembalinya beliau dari Tanah Suci beliau berdakwah dan tinggal dikampungnya yaitu didesa Gadung kecamatan Bakarangan Rantau Kabupaten Tapin,beliau mengajarkan kitab kitab karya Datuk beliau yaitu Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dan dari keturunan beliaulah yaitu tuan Guru H.Muhammad ini guru kita yang kita cintai Syekh Muhammad Zaini Ghani Al-Banjari atau Guru Sekumpul (mudah mudahan rahmat ALLAH selalu tercurah buat keluarga beliau dan mudah mudahan kita dikumpulkan dengan beliau diakhirat nanti) belajar mas'alah Nur Muhammad,jadi Tuan Guru H.Muhammad ini adalah Guru dari Guru kita Guru sekumpul,salah satu buah karya beliau dalam bidang Astronomi dan masih dipakai sampai sekarang adalah tentang Kalender Pertanian, hal itu dimungkinkan karena beliau pernah belajar masalah Ilmu Falak atau Astronomi.

Ada beberapa riwayat yang menceritakan tentang kejadian yang diluar adat kebiasaan manuasia biasa,pada suatu hari beliau kedatangan keponakan beliau dari Marabahan,keponakan beliau tadi memakai cincin bertahta kan intan berlian yang mahal,ketika beliau melihat cincin tersebut beliau langsung meminjamnya,kemudian cincin tersebut beliau buang kesungai dan beliau katakan bahwa cincin tersebut jelek tetapi anehnya pada saat keponakannya tersebut melaksanakan sholat,dia sangat terkejut pada saat wirid setelah sholat tiba tiba cincin tersebut sudah ada didalam rangkaian tasbihnya.
waktu yang lain pada saat beliau mengajar murid muridnya tiba tiba datang seekor burung yang hinggap diserambi rumah beliau sambil berkicau lama sekali,ternyata burung tersbut menceritakan tentang keluarga beliau yang baru saja wafat dimartapura dan kicauan burung tersebut beliau ceritakan dengan murid muridnya.

Pernah juga suatu waktu beliau bepergian dengan muridnya memenuhi hajat seseorang, ketika beliau pergi hujan turun dengan lebatnya, beliau lalu membuka payung yang sering beliau pakai anehnya murid beliau yang berjalan disamping beliau tidak basah oleh air hujan padahal murid beliau tidak memakai payung.
pernah suatu hari banyak tamu yang berkunjung kerumah beliau, sedangkan pada saat itu dirumah tidak ada persediaan lauk pauk, kemudian beliau memasang perangkap ikan dibawah tempat tidurnya ketika diangkat masyaallah perangkap tersebut penuh dengan ikan.

Disaat air sungai Gadung sedang meluap dan membawa kayu besar dan kecil yang hanyut disungai tersebut, ketika itu ada sebatang kayu yang sangat besar yang menghalangi ditengah tengah sungai,jika dibiarkan kayu tersebut bisa membahayakan orang,telah diusahakan oleh orang banyak untuk menyingkirkan kayu tersebut tapi tidak berhasil,akhirnya datanglah beliau dan hanya dengan mencungkilkan ujung payung beliau akhirnya dapat memindahkan kayu tersebut,pernah juga beliau pada suatu hari duduk duduk dipelabuhan sungai Gadung ternyata beliau sedang menunggu keluarga beliau yang akan berkunjung padahal keluarga beliau tidak pernah memberitahukan kedatangannya ...wallahu a'lam segala sesuatu bisa terjadi bagi orang orang yang sudah mencapai maqam kewalian.

Sebelum beliau wafat beliau sudah mengetahui saat kewafatannya, beliau wafat tanggal 9 Dzulhijah 1350 H dan dimakamkan di desa Gadung Rantau, dan ketika dikebumikan didaerah sekelililng makam beliau digenangi air namun ketika liang lahat untuk beliau digali tenyata tempat tersebut tidak dibasahi air.

Alhamdulillah alfaqir pernah berkunjung kemakam beliau di Gadung dan sempat juga ziarah kemakam Alm Tuan Guru H.Muhammad bahkan sempat bertamu kerumah beliau ketika beliau masih hidup,cucu beliau adalah Muhammad nor yang terkenal sebagai wali juga tapi sudah wafat beberapa tahun yang lalu dan alhamdulillah alfaqir sempat juga bertemu dengan beliau,banyak lagi keturunan beliau yang masih ada di Gadung rantau.

ManaqibTuan Qadhi Haji ‘Abdus Shamad Bakumpai ( DATU BAKUMPAI )



DATU BAKUMPAI"

Tuan Qadhi Haji ‘Abdus Shamad Bakumpai adalah putra Tuan Mufti Jamaluddin bin Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari yang lahir di Bakumpai, sekarang berada di Daerah administratif Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, tokoh ini boleh pula disebut Datu Bakumpai, terutama karena wilayah pengabdian dan perjuangan hidup beliau adalah Tanah Bakumpai.

Tuan Qadhi lahir di Bakumpai pada 24 DzulQaidah 1237 H (12 Agustus 1822 M). Jadi, diperkirakan sezaman dengan Datu Taniran di Kandangan. Setelah mulai beranjak remaja beliau dikirim ke Martapura yang sudah menjadi pusat pendidikan Islam kala itu.

Sepulangnya dari Martapura, Tuan Qadhi pun membimbing masyarakat Bakumpai, dan hal itu terus beliau laksanakan sampai memiliki 4 orang anak, yaitu Zainal Abidin, Abdul Razak, Abu Thalhah dan Siti Aisyah. Setelah itu, beliau pergi ke Mekkah membawa anak yang kedua, Abdurrazzaq untuk mendalami ilmu agama hingga 8 tahun.

Tuan Qadhi Abdus Shamad belajar dan menimba ilmu, baik syariat maupun hakikat seperti dengan guru Allamah Syekh Khatib Sambas. Dalam ilmu hakikat, beliau belajar dengan Allamah Syekh Sulaiman al-Zuhdi al-Naqsyabandi dan belajar dengan Allamah Syekh Sulaiman bin Muhammad Sumbawa.

Tuan Qadhi ‘Abdus Shamad bermukim di Mekkah hanya sekitar delapan tahun, karena guru-gurunya menyuruh untuk kembali ke kampung halaman guna menyebarkan agama.

Sekembalinya ke Bakumpai, beliau pun aktif mendidik masyarakat setempat dan sekitarnya hingga meliputi pula berbagai suku di daerah aliran sungai Barito. Beliau pun diangkat sebagai Qadhi (Hakim/Urusan Yudikatif) Kerajaan Banjar untuk wilayah Bakumpai.

Beliau wafat dalam usia 80 tahun pada 13 Shafar 1317 H (22 Juni 1899 M). Demikianlah riwayat singkat Datu Bakumpai, yang mengukir tinta sejarah Islam Bakumpai. Jadi, bagi umat Islam yang berkunjung ke Marabahan atau Kabupaten Barito Kuala pada umumnya, sangatlah patut mengungkapkan rasa syukurnya dengan berziarah ke makam Datu Bakumpai, karena beliau termasuk pasak buminya Barito Kuala.

KISAH DATU AHMAD ( balimau, kandangan )



"KISAH DATU AHMAD"
( balimau, kandangan )

Tugas dakwah tidaklah mengenal waktu dan tempat, dari sekian banyak keturunan Datu Kalampayan yang berdakwah di luar daerah adalah 'Alimul Allamah Haji Ahmad bin Alimul Allamah Mufti Haji Muhammad As'ad anak dari Syarifah binti Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, beliau adalah salah satu ulama yang sempat menimba ilmu secara langsung dari Datuk beliau yaituSyekh Muhammad Arsyad al-Banjari dan dari ayahnya sendiri yang merupakan seorang Mufti di kala itu, seorang yang berilmu lagi mengamalkan ilmunya, rendah hati, pemurah, penyabar dan di segani segenap lapisan masyarakat karena berani menegakkan kebenaran.

Beliau mendapat tugas untuk menyebarkan ilmu di daerah Balimau Kandangan, dengan ilmu yang beliau miliki dari hasil belajar dengan datuk nenek beliau yang berpengatahuan luas, beliau melakukan dakwah, beliau merupakan anak ketiga dari 12 bersaudara keturunan dari mufti Syekh Muhammad As'ad bin Syarifah binti Syekh Muhammad Arsyad al Banjari, adapun anak anak dari Syekh Muhammad As'ad adalah:

1. Alimul Allamah Haji Abu Thalhah wafat dan dimakamkan di Tenggarong Kutai kalimantan Timur
2. Allimul Allamah Haji Abu hamid wafat dan di makamkan di Ujung Pandaran Sampit kalimantan Tengah
3. Allimul Allamah Haji Ahmad wafat dan dimakamkan di Balimau Kandangan kalimantan Selatan
4. Allimul Allamah Haji Muhammad Arsyad lamak Mufti Pagatan dimakamkan di Pagatan Tanah Bumbu Kalsel.
5. Allimul Allamah Haji Sa'dudin wafat dan dimakamkan di kampung Taniran Kubah Kandangan Kalsel.
1. Saudah
2. Rahmah
3. Saidah
4. Salehah
5. Sunbul
6. Limir
7. Afiah

Konon menurut cerita masyarakat makam beliau yang sekarang,
yang terletak di daerah balimau adalah bukan tempat beliau di makamkan pertama kali.dahulunya setelah beliau wafat di makamkan di satu tempat namun tanpa di ketahui makam tersebut hilang, tapi pada satu malam makam beliau hilang tersebut terlihat satu cahaya terang benderang dari makam beliau yang pertama berpindah ke makam beliau yang sekarang ini. juga menurut penuturan masyarakat setempat ditempat makam beliau yang pertama telah di jadikan sarang maksiat oleh para perampok, oleh sebab itulah maka makam beliau berpindah dengan sendirinya dengan ijin Allah SWT ketempat yang lebih baik.

RIWAYAT DATU SANGGUL YANG TERKENAL



RIWAYAT DATU SANGGUL YANG TERKENAL"

Syaikh Abdussamad Datu Sanggul
warahmatullahiwabarakatuh....
Orang banyak mungkin tidak begitu mengenalnya bahkan mungkin jadi tidak mengenal sama sekali,dan mungkin generasi sekarang tidak mengetahui kehidupan Datu Sanggul ini,seorang tokoh panutan dijamannya,ketulusan hatinya dalam melaksanakan ibadah dan ketaqwaannya dalam menegakkan kalimat Allah serta kedigjayaannya membuat terkenal sampai kepelosok negri,ketekunan beliau dalam menuntut ilmu membawanya melanglang buana dari daerah asalnya dipalembang sumatera kedaerah kalimantan,dalam salah satu riwayat nama Datu sanggul adalah Syekh Muhammad Abdush Shamad atau dlm riwayat lainnya mengatakan nama beliau adalah Ahmad Sirajul Huda,beliau hidup sekitar abad ke 18 m bertepatan dengan jaman nya Syekh Muhammad Arsyad Albanjari atau lebih dulu sedikit.
Penyebab beliau berguru kepada Datu Suban gurunya para datu muning yang ada di borneo karena adanya "tanda atau isyarat" yang diperoleh beliau ketika tidur,dikisahkan ketika beliau tidur beliau bermimpi bertemu dengan orang tua yang menjabat tangannya seraya berkata " kalau kamu ingin memperoleh ilmu sejati maka hendaklah kamu mencari dan mempelajarinya kepada Datu Suban yang tinggal dipulau kalimantan dikampung muning pantai jati munggu tayuh tiwadak gumpa didaerah tatakan (daerah rantau kabupaten tapin kalsel)" setelah mendengar kata kata orang tersebut beliau tersentak dari tidurnya seraya berkata kepada ibundanya yang saat itu berada didekatnya "ibunda dimana orang tua tadi"
"sedari tadi tidak ada orang selain ibu dan ananda" jawab ibundanya,kemudian beliau menceritakan mimpinya kepada ibundanya,karena kecintaan beliau kepada ilmu beliau lalu meminta ijin kepada ibundanya untuk merantau kembali mencari ilmu seperti yang dikatakan orang tua didalam mimpinya tersebut,akhirnya walaupun dengan berat hati ibundanya memberikan ijin dan mendoakannya agar semua yang dicita citakan beliau tercapai.
Singkat cerita akhirnya berangkatlah Syekh Abdush Shamad muda menuju pulau kalimantan dengan menumpang kapal perahu layar,ternyata setelah sampai dikampung muning tatakan rantau,beliau sudah disambut oleh Datu Taming Karsa yang disuruh oleh gurunya yaitu Datu Suban yang mengatakan bahwa hari itu akan datang seorang pemuda dari sumatera yang nantinya akan menjadi muridnya,mereka kemudian berjalan menuju rumah Datu Suban guru sekalian Datu Muning,dan ternyata beliau sudah ditunggu oleh Datu Suban beserta murid murid beliau,beliau kemudian langsung mengangkat Datu Suban sebagai guru sekaligus orang tuanya dan juga mengangkat murid murid Datu Suban yang lainnya sebagai saudara-saudaranya,maksud baik Syekh Abdush Shamad muda diterima Datu Suban dengan senang hati,dan mulai saat itu belajarlah beliau kepada Datu Suban,dan diceritakan karena kecerdasan dan ketekunannya dalam belajar dan ketaatannya kepada gurunya dengan persetujuan murid murid Datu Suban terdahulu akhirnya Datu Suban berkenan memberikan Al-Qur'an segi delapan dan sebuah kitab yang dikenal sekarang dengan Kitab Barencong (baca kisah Datu Sanggul dan Syekh Muhammad Arsyad)
Adapun penamaan Datu Sanggul salah satu riwayat menceritakan karena ketekunan datu sanggul dalam mentaati perintah gurunya dalam Khalwat khusus yang sama artinya dengan "menyanggul" atau menunggu (turunnya ) ilmu dari Allah SWt ,ada juga yang mengatakan beliau sering menyanggul atau menghadang pasukan tentara belanda diperbatasan kampung muning dan tentara belanda sering kucar kacir dibuatnya,adapun versi lain karena kegemaran beliau menyanggul (menunggu) binatang buruan,ada juga yang mengatakan rambut beliau yang panjang dan selalu disanggul (digelung)..wallahu a'alam...dan mulai saat itu nama beliau dipanggil Datu Sanggul.
Berkat mengamalkan ilmu yang beliau peroleh baik dari guru beliau ataupun dari Kitab Barencong tadi banyaklah beliau mendapatkan kelebihan kelebihan dari Allah SWT,diantaranya beliau kalau sholat jum'ad selalu di Mesjid Al-Haram,dan karna itulah beliau bertemu dengan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang pada saat itu sedang menuntut ilmu di Mekah dan Syekh Muhammad Arsyad mengangkat saudara dengan beliau,selain itu beliau juga bertemu dengan Datu Daha yang juga mengangkatnya menjadi orang tua sekaligus guru (insyaallah nanti diriwayat Datu Daha kita kisahkan)
Pada waktu itu dikerajaan Banjar masyarakatnya yang sangat menjunjung tinggi nilai agama diwajibkan bagi masyarakat laki laki yang sudah aqil balik atau sudah dewasa pada hari jum'ad diwajibkan untuk melaksanakan sholat jum'ad dimesjid mesjid dikampung masing masing,dan kalau tidak melaksanakan kewajiban tersebut akan didenda,dikarenakan setiap jum'ad beliau selau sholat dimesjid Al-Haram maka setiap minggu beliau harus membayar denda kepada kerajaan sampai habis harta beliau dan yang tertinggal cuma kuantan dan landai (alat untuk memasak nasi dan sayuran) akhirnya setelah didesak oleh istri beliau karena tidak ada lagi barang yang bisa dipakai untuk membayar denda,beliau akhirnya berjanji untuk melaksanakan sholat jum'ad dimesjid kampungnya,pada saat itu sungai dikampung beliau airnya sedang meluap dan hampir terjadi banjir dikarenakan pada malam harinya hujan sangat lebatnya,disaat para jamaah sedang ber wudhu dipinggir kali,tiba tiba datang Datu Sanggul dan langsung terjun kesungai yang sedang meluap tersebut lengkap dengan pakaiannya,orang orang berteriak dan menjadi gempar , ditengah kegemparan masyarakat tiba tiba muncul Datu Sanggul dari tengah sungai dan berjalan diatas air dengan tenangnya,yang lebih mengherankan pakaian beliau tidak basah sama sekali cuma anggota wudhu beliau saja yang basah,setelah keluar dari sungai beliau langsung menuju mesjid dengan tatap mata keheranan dari masyarakat,masyarakat makin terkejut pada saat imam mesjid mengumandangkan takbir dan diikuti jamaah jum'ad lainnya beliau hanya berpantun

"Riau riau padang sibundan
disana padang sitamu tamu
rindu dendam tengadah bulan
dihadapan Allah kita bertemu ...ALLAHU AKBAR....
setelah berkata demikian perlahan lahan kaki beliau terangkat dari lantai mesjid dan tubuh beliau berada diawang awang,setelah imam mengucapkan salam perlahan lahan kaki beliau kembali menjejakkan lantai mesjid,kemudian beliau berkata kepada jamaah jum'ad "saya tadi baru saja shalat diMasjidil Haram Mekkah dan kebetulan tadi ada yang mengadakan selamatan dan saya meminta kepada yang selamatan sedikit barakat (makanan yang dibagikan saat undangan pulang) dan mari kita bersama sama mencicipinya,jangan adayang tidak ikut mencicipinya walaupun sedikit "diceritakan bahwa nasi tersebut masih panas menandakan bahwa perjalanan beliau cuma sekejab saja,sejak kejadian tsb barulah masyarakat tahu bahwa beliau adalah termasuk golongan Wali Allah,sehingga pembayaran denda baik yang berupa uang maupun benda dikembalikan kepada beliau.
Diceritakan sebelum Datu Kalampayan atau Syekh Muhammad Arsyad sampai kekampung muning untuk mengambil sambungan kitab barencong dari Datu Sanggul,Datu Sanggul meminta para muridnya untuk bertahan sejenak karena ada yang mau disampaikan,beliau meminta para muridnya dan masyarakat untuk bergotong ruyung mempersiapkan menyambut kedatangan tamu dari jauh (Datu Kalampayan),kemudian masyarakat bergotong ruyung mempersiapkan segalanya
hari itu hari jum'ad beliau berkata kepada istrinya "duhai adinda tercinta kakanda akan tidur,tolong kakanda jangan diganggu dan jangan pula membuka kelambu"
baik kanda tapi kakanda apabila ada yang ingin bertemu dengan kakanda dengan keperluan yang sangat penting apakah dinda boleh membangunkan kakanda "kata istrinya bertanya
"kalau ada keperluan sangat penting silahkan saja "jawab beliau
setelah sekian lama beliau masuk kedalam kelambu dan tidak keluar keluar padahal hari itu hari jum'ad,istri beliau memanggil manggil sampai tiga kali,karena waktu sholat jum'ad makin dekat,beliau menjadi bimbang disisi satu suami beliau sudah berwasiat supaya jangan diganggu,disisi lainnya sholat jum'ad adalah kewajiban,akhirnya istrinya memberanikan diri membuka kelambu,namun apa yang terjadi suami yang dicintainya tidak ditemukan didalam kelambu,namun yang terlihat adalah setetes air yang sangat bening dan putih berkilauan diatas kain putih,setelah melihat kejadian tersebut dengan rasa heran bercampur kagum,kelambu itu ditutup kembali oleh istrinya,tak lama setelah itu datanglah Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari ,setelah memperkenalkan diri Syekh Muhammad Arsyad lalu mengatakan ingin bertemu dengan Datu Sanggul,dan ternyata setelah kelambu tsb dibuka kembali oleh istri beliau Datu Sanggul sudah kembali kewujud semula tapi dalam keadaan sudah meninggal dunia...Inna lillahi wa inna ilaihi raaji'uun....Syekh Muhammad Arsyad menyerahkan kain putih 5 lembar yang dipesan oleh Datu Sanggul waktu mereka terakhir bertemu dulu,dan ternyata kain putih tsb akan dipakai untuk kain kapan beliau.
Kemudian diberitahukan kepada murid murid beliau dan masyarakat,maka berdatanganlah orang orang untuk menolong dan melaksanakan fardu kifayah hingga selesai dan beliau dimakamkan di kampung muning benua nyiur tatakan Rantau,setelah selesai pemakaman Datu Sanggul kemudian Syekh Muhammad Arsyad menceritakan pertemuan beliau dengan istri Datu Sanggul dan menyampaikan pesan pesan beliau termasuk pesan untuk mengambil sambungan Kitab Barencong,istri Datu Sanggul memakluminya karena sebelum beliau meninggal sudah memberikan wasiat kepada istrinya untuk menyerahkan kitab tsb tapi terlebih dahulu beliau menyampaikan hal tersebut kepada murid murid Datu Sanggul,setelah itu baru kitab tsb di serahkan kepada Syekh Muhammad Arsyad atau Datu Kalampayan.
salah satu yang diyakini masyarakat adalah buah karya dari Datu Sanggul adalah syair pantun saraba ampat yang dan dalam bahasa banjar sangat terkenal karena berisi tentang pelajaran tasawuf adapun bunyi syair tersebut adalah
SYAIR SARABA AMPAT
Allah jadikan saraba ampat
syariat tharikat hakikat ma'rifat
menjadi satu didalam khalwat
rasa nyamannya tiada tersurat

Huruf ALLAH ampat banyaknya
Alif i'tibar dari pada Zat-NYA
Lam awal dan akhir Sifat dan Asma-NYA
Ha isyarat dari Af'alnya

Jibril Mikail Malaikat mulia
Isyarat sifat Jalal dan Jamal
Izrail Israfil rupa pasangannya
I'tibar sifat Qahar dan Kamal

Jabar ail asal katanya
Bahasa Suryani asal mulanya
Kebesaran ALLAh itu artinya
Jalalullah bahasa Arabnya

Nur Muhammad bermula nyata
Asal jadi alam semesta
seumpama api dengan panasnya
itulah Muhammad dengan Tuhannya

Api dan banyu tanah dan hawa
itulah dia alam dunia
menjadi awak barupa rupa
tulang sungsum daging dan darah

Manusia lahir ke Alam Insan
di Alam Ajsam ampat bakawan
Si Tubaniyah dan Tambuniyah
Uriyah lawan si Camariyah

Rasa dan akal daya dan nafsu
didalam raga nyata basatu
AKU meliputi segala likuMatan hujung rambut sampai kahujung kuku

Tubuh dan hati nyawa rahasia
Satu yang zahir amat nyatanya
Tiga yang batin pasti adanya
Alam shagir itu sabutnya

Mani Manikam M adi dan Madzi
Titis manitis jadi menjadi
Si anak adam balaksa kati Hanya yang tahu ALLAHU RABBI

Kaampat ampatnya kada tapisah
datang dan bulik kepada ALLAH
Asalnya awak daripada tanah
Asalpun tanah sudah disarah

Dadalang Simpur barmain wayang
Wayang asalnya sikulit kijang
Agung dan sarun babun dikancang
kaler bapasang diatas gadang

Wayang artinya sibayang bayang
Antara kadap silawan tarang
semua majaz harus dipandang
Simpur balalakun hanya saorang

Samar Bagung si Nalagaring
Sijambulita suaranya nyaring
Ampat isyarat amatlah penting
Siapa nang handak mancari haning

Senin, 22 Februari 2016

Manaqib Datu Amut

 
Garis keturunan

            Burhan bin Aran menmceritakan suatu kisah yang diperolehnya dari seorang saksi sejarah yang kini masih hidup. Yang bernama sanah yang juga merupakan neneknya.
Dahulu di desa Hambuku ilir hidup sepasang suami istri yang amat rukun dan damai. Sanb suami bernama Datu Kapsan dan istrinya Datu Galuh Muning. Sdebagaimana kebanyakan penduduk desa saat itu kebanyakan bekerja sebagai nelayan di sungai atau danau yang ada disekitar desa mereka. Sebagian lagi mata pencaharian penduduk adalah bertani dan berkebun
            Datu Kapsan adalah salah satu dari penduduk desa itu yang mempunyai mata pencaharian sebagai nelayan. Hasil dari tangkapan ikan yang ia dapatkan beliau bawa atau jual sendiri ke daerah lain. Terkadang ke Negara, Amuntai, Kalua dan daerah lainnya. Adapun istri beliau Datu Galuh Muning tatkala sang suami pergi, membantu mencari ikan di sekitar rumah saja.
            Beberapa tahun kemudian dari hasil perkawinan mereka berdua lahirlah empat orang anak yang terdiri dari seorang perempuan dan tiga orang laki-laki
1.      Anak pertama seorang perempuan bernama Jaah (wafat tahun 1994, umur 100 tahun lebih)
2.      Anak kedua seorang laki-laki bernama Rahmat yang akhirnya dikenal dengan sebutan UTUH AMUT .beliau tidak beristri hingga akhir hayat.
3.      Anak ketiga bernama Andar (wafat pada waktu berumur 80 tahun)
4.      Anak keempat seorang lelaki bernama Kai Ira ( wafat pada saat berumur 75 tahun)

RAHMAT YANG DIKENAL DNGAN SEBUTAN
UTUH AMUT
            Kai Rahmat atau yang lebih dikenal dengan gelar Utuh Amut yang merupakan anak kedua dari pasangan suami istri Datu Kapsan dan Datu Galuh Muning. Menurut cerita yang disampaikan nenek Sanah kepada Burhan bin Aran bahwa Kai Utuh Amut di waktu kecilnya pada usia sekitar tujuh atau delapan tahun masih berpakaian lengkap seperti anak kecil lainnya. Teapi ketika dia mendapat musibah atau kecelakaan yang menimpanya yaitu jatuh dari ayunan yang disebut ayunapan (ayunan yang terbuat dari papan). Yang mana ia bermain ayunan tersebut di bawah rumahnya 9kebiasaan rumah orang di desa ini saat itu tinggi-tinggi yang mana tingginya bias mencapai 2 meter. Mainan ayunapan ini merupakan permainan tradisional anak-anak pada masa dahulu. Setelah jatuh dari ayunan tersebut ia menjadi sakit dan sakitnya semakin hari semakin bertambah. Kedua orang tua Kai Utuh Amut ini berusaha menyembuhkannya dengan membawa kepenambaan (orang pintar) yg ada dikampungnya saja serta dengan mencoba memakan obat-obatan tradisional yang mereka ketahui dari orang tua terdahulu, maklum untuk berobat kekota atau keluar daerah mereka tidak mempunyai uang atau dana.
            Semakin hari sakit anaknhya semakin bertambah, sampai-sampai sakitnya tersebut hamper membuatnhya meninggal dunia.
            Demi melihat keadaan sakit anaknya yang demikian parah inilah Datu Kapsan dan Datu Galuh Muning berdoa siang dan malam untuk kesembuhan anaknya. Karena mereka berkeyakinan bahwa hanya kepada ALLAH-lah berserah diri, Tidak ada yang dapat meneymbuhkan penyakit selain Dia.
            Bagaimana parahnya suatu penyakit, kalau ALLAH belum menghendaki kematiannya, maka orang itu akan sembuh. Maka dengan qudrat dan iradat serta inayah dari ALLAH TA’ALA akhirnya Utuh Amut sembuh dari penyakit yang dideritanya.
            Tetapi setelah kesembuhannya terjadi perubahan pada dirinya . sebelum sakitnya ia masih suka berpakaian tetapi setelah sembuh ia tidak mau lagi berpakaian. Kalau disuruh berpakaian ia akan menggelangkan kepalanya dan kalau dipaksa dia akan menangis sambil meronta-ronta. Karena kebiasaanya ia akhirnya diberi gelar Utuh Amut atau orang yang telanjang bulat.
            Setelah kesembuhannya dari penyakit dan kebiasaan barunya yang tidak mau berpakaian, ia suka berjalan kemana saja baik siang maupun malam dan waktu ia berumur sekitar 9 tahun.
            Dalam hal perjalanannya itu Utuh Amut lebih sering berjalan kaki. Namun sesekali ia ikut menumpang kendaraan atau ada orang yang mengajaknya naik kendaraan. Menurut salah seorang cucunya yang masih hidup Utuh Amut saat mau berjalan tidak mau diberi bekal makanan atau minuman dan tidak bias diperkirakan ke mana ia akan berjalan dan kapan ia akan kembali, namun rumah keluarganya tidak pernah menutup pintunya karena Utuh Amut datangnya tidak menentu, terkadang siang, sore, malam bahkan waktu subuh, dan tentang makanan-makanan selalu disiapkan diatas meja maka, sebab walaupun disuruh makan terkadang ia tidak mau makan dan terkadang disaat orang tidak ada yang makannya ia minta makan.
            Melihat keadaan yang demikian Datu Kapsan merasa prihatin melihat kondisi anaknya yang kala itu masih terlalu muda untuk berjalan ketempat yang terlalau jauh dan kadang-kadang sampai berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan baru kembali kerumah. Datu Kapsan berusaha sedapat mungkin untuk melarangnya, bahkan ia pernah melarangnya disertai dengan menyakiti atau memukulnya. Namun semua itu tidak dipedulikan Utuh Amut. Hal ini dilakukan Karen ia mempunyai kemauan yang keras dan kuat. Kebiasaan berjalan-jalan ini dilakukannya hingga tahun 1972.


ASAL MULA TERKENALNYA UTUH AMUT

            Kali pertam terlihat keanehan atau keramat pada Kai Utuh Amut terjadi pada akhir tahun 1971 di Kelayan, Banjarmasin di rumah seorang perempuan tua bergelar Ma Utuh dan disaksikan oleh Ma Utuh sendiri. Pada saat Kai Utuh Amut sudah mau memakai pakaian. Namun ia hanya mau memakai pakaian jika pakaian yang dipakainya berwarna kuning.
            Al-kisah adalah perempuan tua yang yg bergelar Ma Utuh ini mempunyai penyakit yang sudah lama sekali dideritanya, yaitu penyakit abuh (pembesaran perut) atau tumor diperut. Sudah kesana kemari berobat, baik kerumah sakit, dokter (pengobatan modern) ataupun kedukun kampong (pengobatan tradisional), namun penyakitnya tak kunjung sembuh juga. Sedangkan untuk biaya berobat kerumah sakit sudah tidak ukup lagi. Sampai pada suatu saat datang lah Ma Utuh kepada seorang Habib untuk minta Banyu TAwar (9meminta air yang diberi doa) bagi kesembuhan penyakitnya. Setelah sampai dirumah Habib tersebut Ma Utuh menceritakan penyakit yang dideritanay dan minta tolong kepada Sang Habib untuk memberikan banyu tawar (air yg diberi doa) dan mendoakan  bagi kesembuhan penyakitnya. Tak lama kemudian selesailah sang Habib menawar banyu yang diminta Ma Utuh dan memberikan air tersebut kepadanya sambil berpesan :
 “Wahai Ma Utuh air ini nanti diminum tiga kali sehari semoga penyakit sampian cepat disembuhkan oleh ALLAH SWT”.
 “Ma Utuh aku berpesan kepadamu nanti apabila sampian ada bertemu atau melihat seseorang yang terlihat aneh atau tidak seperti kebiasaan orang banyak maka ajaklah ke rumah dan beri makan dan minum serta pakaian dan peliharalah ia serta mintadoakan kepada untuk kesembuhan penyakit sampian. Hanya itulah yang dapat aku sampaikankepada sampian, semoga sampian bertemu dengan orang tersebut dan penyakit sampian lekas sembuh.” Ujar Habib menambahkan.
            Sesampainya dirumah terpikir oleh Ma Utuh untuk mencari orang yang disebutkan dan di isyaratkan oleh Habib tadi dan ia berusaha mencari orang tersebut.
            Setelah beberapa hari kemudian saat duduk-duduk di teras rumahnya Ma Utuh melihat seorang laki-laki tua sedang berjalan di depan rumahnya sambik mulutnyha komat-kamit seperti ada yang dibacanya, orang tersebut tidak memakai busana sedikitpun namun kulit orang tersebut terlihat sangAt bersih layaknya orang yang baru mandi. Demi melihat orang n tersebut dengan cepat Ma Utuh berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju orang yang ada di depan rumahnya sambil memanggil: “utuh!... utuh!... utuh!...(panggilan orang hulu sungai kepada laki-laki yang tidak dikenalnya) tunggu aku.”teriak Ma Utuh sambil melambaikan tangannya.
            Mendengar ada yang memanggilnya orang yang bertelanjang itupun berhenti. Kemudian Ma Utuh mengajak orang tersebut ke rumahnya  dan orang itupun mau mengikuti ajakan Ma Utuh . setelah masuk orang itu dianggapnya sebagai tamu, diberi makan, minum dan diberi kamar untuk istirahat, namun anehnya orang itu mau menuruti apa-apa yang diperintahkan Ma Utuh. Setelah seharian berada dirumah Ma Utuh orang yang bertelanjang itu diajak berbicara oleh Ma Utuh. Namun orang tersebut sepertinya aga atau gagu (tuna rungu) kurang lancer dalam berbicara, tetapi ia sangat faham dengan apa yang kita ucapkan kepadanya dan kalu diberi pertanyaan kebanyakan dijawabnya hanya dengan anggukan dan gelengan kepala atau senyum-senyum sambil tertawa-tawa.
            “Utuh, aku menderita suatu penyakityang sudah lama ku derita yaitu penyakit abuh (tumor diperut,perut setiap harinya bertambah besar) jadi aki minta tolong kepadamu bagaimana caranya supaya penyakitku ini sembuh.” Kata Ma Utuh seraya memohon dengan sangat.
            Orang yang dihadapannya (Utuh Amut) mendengarkan dengan seksama apa-apa yang dibicarakan oleh Ma Utuh.
            “apabila nanti penyakitku ini sembuh maka engkau akan ku angkat menjadi saudaraku dunia akhirat dan engkau akan kubelikan pakaian yang berwarna serba kuning.” Sambung Ma Utuh lagi.
            Mendengarkan perkataan Ma Utuh yang demikian Utuh Amut tersenyum sambil mengangguk-angguk tanda setuju. Kemudian Utuh Amut mendekati Ma Utuh, setelah berhadapan Utuh Amut memejamkan matanya sambil berdoa untuk kesembuhan Ma Utuh. Setelah seleesai berdoa Utuh Amut mengambil nafas dalam-dalam dan meniupkannya kea rah perut Ma utuh , hal ini dilakukannya sebanyak tiga kali berturut-turut. Setelah selesai Utuh Amut mengisyaratkan kepada Ma Utuh untuk tidur kekamarnya. Dan Ma Utuh menuruti apa yang di isyaratkan oleh Utuh Amut seraya berdoa : “mudah-mudahan penyakitku ini segera sembuh.”
            Seperti biasanya Ma Utuh bangun jam empat subuh dan mengambil air wudhu untuk sholat subuh, betapa terkejutnya ia melihat keadaan perutnya, yang mana tadinya besar bagaikan orang yang sedang hamil tua sekarang sudah kecil seperti sebelum ia menderita penyakit abuh dan tidak merasakan lagi ada sakit ataupun rasa perih di perutnya sebagaimana sebelumnya tak terasa. Tak terasa ia berucap :
Maha suci ALLAH, Segala puji bagi ALLAH dan tidak ada Tuhan selain ALLAH dan ALLAH Maha Besar, yang apabila ia menghendaki sesuatu terjadi, maka terjadilah”.
            Kemudian dia bergeggas berwudhu dan melanjutkan shalat subuhnya dan diteruskan dengan doa. Setelah itu dia melakukan sujud syukur sebagai tanda terima kasihnya kepada ALLAH TA’ALA atas kesembuhannya yang telah diberikan-Nya kepadanya dan tak lupa pula ia berterima kasih kepada  Utuh Amut yang telah mendoakan kesembuhannya sambil mendoakan Utuh Amut agar ALLAH memberikan keselamatan dan kesejahteraan di dunia maupun diakhirat kelak.
Kemudian Ma utuh memberi tahu kpd Utuh Amut tentang kesembuhan penyakitnya sambil mengucap[kan terima aksih yg tak terhingga kepadanya . utuh Amut hanya senyum-senyum sambil mengangguk-ngangguk seraya ikut bergembira mndengar ucapan Ma Utuh.
            Setelah menyiapkan makanan ala kadarnya untuk Utuh Amut Ma Utuh pergi kepasar untuk membelikan pakaian kuning untuk Utuh amut sebagaimana Nadzarnya. Sesampainya dipasar Ma Utuh menceritakan  semua yang dialaminya ini kepada semua orang yang ditemuinya terutama pedagang pakaian dimana ia akan membelikan pakaian itu. Mendengar penuturan Ma utuh  pedagang kain tersebut tidak mau dibayari perihal kain hyang ingin dibeli Ma Utuh. Pedagamng tersebut menyedekahkan pakaian tersebut.
Tak lama setelah kejadian tersebut maka gemparlah penduduk kampong Kelayan itu mendengar kesembuhan Ma Utuh yang didoakan dan ditiupi oleh Utuh Amut yg menjadi tamu. Maka berdatanganlah sebahagian penduduk kampong  ke rumah Ma Utuh untuk minta doa atau minta hajatnya didoakan agar dikabulkan ALLAH TA’ALA kepada Utuh amut, setiap harinya rumah Ma Utuh tidak pernah sepi dari para tamu yang datang baik dari dalam maupun luar kampong kejadian ini berjalan lebih dari 2 bulan (akhir tahun 1971). Begitu cepat berita tersebut terdengar sampai ketelinga keluarganya. Maka keluarganya akan menjenguk untuk memastikan apakah benar Utuh Amut yg diberitakan itu adalah keluarganya sekaligus untuk menjemputnya pulang kekampung halaman. Stelah mengadakan musyawarah keluarga, maka berangkatlah saudara tuanya yaitu Jaah dan cucunya Idup ke Kelayan, Banjarmasin untuk memastikan berita tersebut. Sesampainya dkampung Kelayan mereka menuju rumah Ma Utuh diantar oleh penduduk kampong yg tahu keberadaanya. Setelah bertemu dgn Utuh Amut saudara dan cucunya bersalaman sambil berpelukan karena rindu setelah sekian lama tidak bertemu. Setelah beberapa hari menginap dirumah Ma Utuh Jaauh minta izin untuk membawa Utuh Amut kekampungnyadan tak lupa mengucapkanterima kasih karena telah memelihara saudaranya Utuh Amut dalam beberapa bulan terakhir. Ma Utuh pun mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas pertolongan Utuh Amut dalam mendoakan kesembuhannya serta mendoakan Utuh Amut agar diberikan balasan berlipat ganda oleh ALLAH SWT.
Mak pulanglah Utuh Amut bersama kakak dan cucunya menumpang kapal motor cinta sempurna menuju desa sungai Durait Babirik. Saat kepulangan inilah hamper seluruh warga penduduk kampong Kelayan berduyun-duyun datang kerumah Ma Utuh untuk melepas kepergian Utuh Amut dengan melambaikan tangan sambil berlinang air matasebagian penduduk kampong terutama Ma Utuh yang tak kuasa menahan tangisnya mengantarkan kepergian Utuh Amut dan keluarganya ketika mereka sudah menaiki kopal motor tersebut seraya berdoa “semoga kalian selamat sampai tujuan”. Utuh Amut dan keluarganya pun melambaikan tanan seraya berucap “selamat tinggal. Semoga kita bertemu kembali”.
Beberapa hari kemudian sampailah Utuh Amut beserta keluarganya dirumahnya desa Sungai Durait babirik yaitu sekitar awal tahun 1972. Dan sejak saat kedatangannya itu Utuh Amut tidak pernah lagi berjalan ataupun berkelana keluar kampungnya sebagaimana kebiasananya dahulu. Namun setiap harinya tidak henti-hentinya orang datang kerumahnya untuk minta doakan ataupun berbagai hajat lainnya baik dari sekitar kampungnya ataupun dari luar kampungnnya dan dari luar daerah Kalimantan Selatan seperti Palangkaraya, Sampit, Kapuas, Samarinda, Muara Teweh dan daerah-daerah lainnya.
Dan adapun yang penulis tulis kali ini adalah keramat Utuh Amut lainnya seperti :
1.      Saat Utuh Amut dalam kandungan pernah ibunya menemui keanehan, yaitu pada saat ibunya berjalan kerumah tetangga untuk suatu keperluan. Pada saat perjalanan pulang kembalinya kerumah hujan turun dengan lebatnya disertai angin sangat kencang, namun saat itu air hujan tidak mengenai tubuh ibunya sampai ibunya masuk kerumah. Padahal jarak dari saat kehujanan sampai kerumahnya sekitar 300-400 meter

2.      Pada saat disunat/khitan ia tidak mersa sakit. Bahkan ketika selesai disunat ia langsung bermain air dgn bermandi-mandian disekitar rumahnya yang terletak ditengah sawah.

3.      Pada tahun 1965  ketika ia berjalan disekitar kampung  ia digigit ular dikaki kanannya, namun gigitan tersebut tidak membahayakannya. Hanya dengan mengobati disertai olesan kucur kinang gigitan ular berbisa tersebut menjadi tawar dan baik kembali. Ular berbisa tersebut ditangkap dan dilepaskannya kesungai.

4.      Tersebut cerita pada masa penjajahan belanda pada saat itu musim kemarau, ada sebuah mobil belanda yang ingin lewat menyebrang diatas jembatan sungai durait, namun ketika baru sampai kurang lebih 2 meter diatas jembatan mesin mobil tersebut mati seketika dan tidak mau hidup, setelah dicoba diperbaiki dan dihidupkan kembali mobil tersebut tetap tidak mau hidup padahal mobil tersebut sepertinya tidak ada kerusakan. Kemudian ada salah seorang penumpang yang melihat kebawah jembatan ternyata ada seseorang yang sedang tidur dengan pulas.. kemudian mereka memberitahu hal tersebut kepada teman yang lainnya. Maka mereka turun untuk memeriksa kebawah jembatan ternyata yang tidur tersebut adalah Kai Utuh Amut. Kemudian mereka mencoba membangunkannya dan Kai Utuh Amut pun bangun. Setelah itu mereka mencoba menghidupkan mesin mobil mereka lagi dan ternyata dapat dihidupkan serta dapat melewati jembatan tersebut untuk meneruskan perjalanan.

5.      Pedagang yang jika barang dagangannya diminta oleh Kai Utuh Amut dikasihkan kepadanya, barang dagangannya akan cepat laku,sebaliknya barang dagangan yang dimintanya tidak diberi maka dagangannya hamper tidak mau laku.
 
Mungkin hanya itu saja yang penulis dapat tulis dari salinan buku MANAQIB UTUH AMUT kali ini, apabila ada salah khilaf mohon dimaafkan dan kalau ada ketidak puasan dari pembaca atau ada yang ingin ditanyakan atau meminta postingan kisah-kisah para Wali Insya ALLAH penulis akan carikan.Terima kasih sudah mau singgah di blog kami,semoga bermanfaat dan memotivasi kita dalam beribadah kepada ALLAH.sekali lagi kami ucapkan TERIMA KASIH
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html